MAKLUMAT — Relawan mobil oksigen Muhammadiyah dikerahkan untuk keliling membantu masyarakat menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Layanan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Kalimantan Tengah di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat.
Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, mengatakan Muhammadiyah terus berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah, dan berbagai pihak untuk merespons dampak karhutla.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PWM Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah, dan elemen lainnya untuk memastikan respons terhadap kondisi kabut asap dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Kamis (27/8).
Melalui program Indonesia Siaga dan gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR), Muhammadiyah mengerahkan relawan ke sejumlah titik karhutla sekaligus menyiapkan layanan untuk membantu masyarakat yang terdampak asap.
Salah satu layanan yang disiagakan ialah mobil oksigen keliling. Kendaraan tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, seperti tempat keramaian, pertigaan, hingga lokasi pemadaman karhutla.
Selain mobil oksigen, Muhammadiyah mengaktifkan rumah singgah oksigen di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah dan Kotawaringin Timur.
Muhammadiyah juga membagikan masker serta menyalurkan vitamin dan nutrisi kepada masyarakat, tenaga pemadam, dan relawan yang bertugas di lapangan.
Relawan Muhammadiyah Turun ke Titik Karhutla
Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Evan Bastian, mengatakan relawan Muhammadiyah telah diterjunkan untuk membantu penanganan karhutla.
Relawan mendapat dukungan Lazismu melalui penggalangan dana kemanusiaan. Mereka membantu proses pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik terdampak.
Evan meminta seluruh relawan mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.
“Kami menegaskan kepada seluruh relawan agar selalu mengutamakan keselamatan diri. Patuhi setiap prosedur operasi, gunakan alat pelindung diri, dan selalu berkoordinasi dengan BPBD serta mengikuti alur komando di lapangan,” tegasnya.
Ia meminta relawan tidak memaksakan diri ketika kondisi di lapangan dinilai berisiko tinggi.
Koordinator Relawan Lazismu Kalimantan Tengah, Anang Rahman, mengatakan tingginya kasus karhutla, khususnya di Kota Palangka Raya, mendorong relawan Muhammadiyah turun langsung membantu masyarakat.
“Ini menjadi bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar dari Muhammadiyah,” kata Anang.
5.168 Titik Api Terdeteksi
Respons Muhammadiyah berlangsung ketika karhutla masih meluas di Kalimantan Tengah.
Data Sipongi Kementerian Kehutanan yang dilaporkan BNPB mencatat 7.634,46 hektare lahan terbakar di Kalimantan Tengah.
Sementara berdasarkan data BRIN per 27 Agustus 2026, BNPB mencatat 5.168 titik api terdeteksi dalam 24 jam terakhir. Hingga laporan diterbitkan, operasi darat baru menangani 17,55 hektare lahan.
BNPB juga mengerahkan satu unit patroli udara untuk mendukung lima operasi pemadaman karhutla melalui jalur udara menggunakan metode water bombing.***












