Karhutla Kalimantan Tengah Lebih dari 3.000 Hektare, Pemerintah Percepat Penanganan di Pulang Pisau

Karhutla

MAKLUMAT — Lebih dari 3.000 hektare lahan di Kalimantan Tengah telah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka itu mendorong pemerintah pusat mempercepat penanganan di Kabupaten Pulang Pisau melalui penambahan personel, armada udara, serta berbagai dukungan operasional.

Langkah tersebut diperkuat dengan instruksi agar setiap titik api dipadamkan sejak masih berukuran kecil. Strategi ini dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap permukiman, infrastruktur, maupun ekosistem.

Arahan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat meninjau Posko Lapangan Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (31/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meminta seluruh unsur yang terlibat mengoptimalkan pemadaman dini agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

“Pantau terus, jangan sampai ada titik api lagi. Kita lebih baik menyelesaikannya saat titik api masih kecil. Saya yakin bahwa kita semua bisa menyelesaikan ini,” tegas Djamari seperti dilansir Info Publik, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Dalam peninjauan itu, Djamari didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Keduanya menegaskan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Baca Juga  Bromo Terbakar 60 Hektare, DPR Desak Kemenhut Perkuat Deteksi Dini

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penambahan armada udara, hingga pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan pemadaman di lapangan.

Suharyanto meminta pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla segera memetakan kebutuhan operasional secara rinci. Menurutnya, pendataan yang akurat akan memudahkan pemerintah pusat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.

Ia menambahkan, kebutuhan penanganan di setiap wilayah berbeda sehingga dukungan yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi kebakaran di lapangan.

“Tentu saja yang paling tahu adalah yang di wilayah. Pak Kapolda, Pak Pangdam, dan jajaran yang tahu ini. Sebetulnya di lapangan butuhnya apa, yang harus lebih spesifik tergantung kondisi kebakarannya,” kata Suharyanto.

Selain itu, ia menginstruksikan penguatan Satgas Darat melalui optimalisasi personel, pengerahan mobil tangki air, serta penambahan peralatan pendukung seperti pompa air, selang, dan tangki air portabel.

“Kami dari pemerintah pusat, atas petunjuk Bapak Menko, menyiapkan semuanya, termasuk dukungan bagi personel,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak karhutla di Kalimantan Tengah mencapai 3.069,52 hektare. Operasi pemadaman saat ini difokuskan di Desa Taruna dan Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, yang menjadi wilayah prioritas penanganan.

Baca Juga  Update Korban Banjir dan Longsor Sumatera: 867 Meninggal Dunia, 521 Orang Masih Hilang

Operasi tersebut melibatkan tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai instansi terkait. Seluruh personel terus melakukan pemadaman sekaligus langkah pencegahan agar api tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun akses transportasi.

Meski demikian, upaya di lapangan masih menghadapi tantangan berupa perubahan arah angin yang berpotensi memicu pergeseran titik api. Pemerintah memastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar penanganan karhutla berlangsung lebih cepat, efektif, dan mampu meminimalkan dampak bagi masyarakat serta lingkungan.***