BEM SI Jawa Timur Gelar Aksi Simbolik, Pemerintah Dinilai Masih Terlalu Lamban

MAKLUMAT — Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menggelar aksi simbolik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8/2026). Massa aksi mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk refleksi atas berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

Aksi tersebut menyoroti sejumlah bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi serta kebakaran hutan di Kalimantan. BEM SI Jawa Timur menilai pemerintah perlu mengambil langkah lebih aktif dalam menangani persoalan tersebut, terutama di wilayah yang masih sulit menjangkau bantuan.

Presiden BEM Universitas Airlangga, Rizqi Senja Virawan, menilai respons pemerintah terhadap sejumlah bencana masih berjalan lambat. Ia juga mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah yang dinilainya lebih banyak diarahkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Melihat banyaknya anggaran yang dikeluarkan untuk pemaksimalan program MBG dan juga KDMP, kami berharap pemerintah lebih proaktif dan gencar untuk menyelesaikan persoalan bencana alam yang sedang terjadi menimpa bangsa ini,” ujar Rizqi saat diwwancarai wartawan Maklumat.id.

Menurut Rizqi, penanganan bencana juga perlu memperhatikan wilayah yang jauh dari pusat layanan. Ia menyebut masih terdapat daerah terpencil, termasuk kawasan pegunungan dan pelosok, yang belum merasakan dampak bantuan secara maksimal.

Baca Juga  Prabowo Minta PSSI Susun Blueprint Timnas Menuju Piala Dunia 2030

“Pemerintah masih terlalu lamban untuk menyelesaikan kondisi bencana yang sedang terjadi, kemudian masih banyak daerah-daerah terpencil seperti daerah pegunungan dan pelosok belum mendapatkan dampak atas bantuan yang telah diberikan,” katanya.

Selain menyampaikan tuntutan kepada pemerintah, BEM SI Jawa Timur mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut menyuarakan persoalan yang terjadi. Aksi berlangsung melalui sejumlah kegiatan, seperti orasi, teatrikal, tabur bunga, dan doa bersama.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari aksi simbolik yang mereka gunakan untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi penanganan bencana. BEM SI Jawa Timur berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap masyarakat yang terdampak dan memastikan bantuan menjangkau wilayah yang membutuhkan.

 

*) Penulis: Humanika Dian Nusantara