MAKLUMAT — Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mendorong supaya wacana kebijakan pendidikan gratis hingga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat betul-betul terealisasi dan dapat diterapkan secepatnya secara bertahap mulai tahun depan.
Ia mengungkapkan, Komisi X DPR RI telah melaksanakan rapat dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktitasintek) beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan hitungan sementara untuk rencana kebijakan tersebut mencapai sekitar Rp93 triliun.
Meski begitu, anggaran tersebut belum final, termasuk terkait skema pembiayaan perkuliahan di PTN nantinya, masih terus dikaji oleh tim khusus yang dibentuk Presiden untuk membahas hal tersebut.
“Namun, pada waktu itu Pak Menteri menyampaikan bahwa akan terus melakukan kajian secara mendalam, termasuk skemanya nanti seperti apa, apakah UKT-nya ini yang digratiskan, ataukah kemudian ada skema yang lain, dan sebagainya,” ujar Reni, saat ditemui usai menghadiri Sekolah Politik Perempuan di Amaris Hotel, Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
“Dan kemarin juga Presiden sudah membentuk semacam tim khusus yang terdiri dari beberapa kementerian untuk menghitung ini lebih lanjut,” sambungnya.
Mendorong Penerapan Bertahap
Reni mengatakan, pihaknya mendorong penerapan kebijakan kuliah PTN gratis tersebut secara bertahap berdasarkan skala prioritas tertentu, mulai 2027 nanti. Hal itu, kata dia, sejurus dengan pernyataan Mendiktisaintek yang juga menyampaikan kemungkinan untuk menerapkan kebijakan secara bertahap.
Meski begitu, ia menekankan bahwa pembahasan anggaran hingga skema yang akan diterapkan tengah digodok oleh pemerintah.
“Kemarin Pak Menteri menyampaikannya bertahap. Kalau saya sih mendorong ya bertahap sejak 2027, karena pembahasan anggaran kan saat ini juga tengah dilakukan, bertahap jadi sampai ke 2029, jadi bertahap mungkin mana dulu yang prioritas,” terangnya.
“Ini kajiannya seperti itu, tapi faktualnya kita masih menunggu lagi informasi dari pemerintah,” imbuh legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Jawa Timur I (Surabaya dan Sidoarjo) itu.
Respons Publik terhadap Wacana PTN Gratis
Lebih jauh, Reni menilai bahwa respons dan harapan masyarakat begitu besar terhadap wacana kuliah PTN gratis tersebut. Publik, kata dia, berharap agar janji Presiden itu tidak sekadar menjadi wacana, melainkan betul-betul menjadi kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa harus menunggu lama.
“Saya melihatnya harapan masyarakat melalui netizen, melalui akun instagram ke saya atau sosmed yang lain itu banyak yang mendukung,” katanya.
Menurutnya, respons masyarakat terklasifikasi dalam tiga kelompok, yakni mereka yang cenderung yakin kebijakan tersebut bagus dan akan berjalan, mereka yang masih ragu-ragu apakah wacana tersebut akan benar-benar dapat diterapkan, serta kelompok mereka yang cenderung skeptis dan tidak percaya bahwa wacana tersebut dapat diwujudkan.
Meski begitu, ia menilai bahwa berdasarkan tanggapan masyarakat yang disampaikan kepada dirinya melalui kanal-kanal media sosial (medsos), sebagian besar cenderung positif dan berharap kebijakan PTN gratis benar-benar dapat terlaksana.
“Secara umum yang paling banyak adalah punya harapan yang besar dan ini benar-benar terwujud,” ungkapnya.
“Dan tugasnya pemerintah, apalagi ketika Presiden sudah menyampaikan, maka tugas dari menteri untuk segera mengkaji dan kemudian menjalankan, mengeksekusi ini,” tandas Reni Astuti.***
*) Penulis: Ubay NA













