Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026, Jadi Bahan Pengembangan ke Depan

Talenta vokasi Indonesia berhasil meraih sembilan penghargaan dalam WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Tiongkok. (Foto: Kemnaker)

MAKLUMAT — Talenta vokasi Indonesia berhasil meraih sembilan penghargaan dalam WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Tiongkok. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat 19 dari 49 negara dan wilayah yang mengikuti kompetisi.

Sembilan penghargaan yang diraih terdiri atas satu medali perak (silver medal), dua medali perunggu (bronze medal), serta enam Medal for Excellence.

Medali perak diraih Edsel Parama Mustapa pada bidang Software Applications Development. Sementara dua medali perunggu diraih Fatima Rani Al Husna Prameswara pada bidang Restaurant Service dan Rash Asyari Amyris Thalib pada bidang IT Network Systems Administration.

Adapun enam Medal for Excellence diraih Novanda Putra Widya Ardhi pada bidang Electronics; Andi Ahmad Yusup pada bidang Web Technologies; Galang Zaki Arkana pada bidang Industrial Control; Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi pada bidang Mechatronics; Togar Andreas Silaban pada bidang Refrigeration and Air Conditioning; serta Eka Anwar Fauzi pada bidang Automobile Technology.

Ajang WSC ke-48 sendiri berlangsung pada 22-27 September 2026 di Shanghai dan diikuti lebih dari 1.400 peserta. Indonesia mengirimkan 20 kompetitor yang mengikuti 17 bidang keahlian.

Baca Juga  6 Mahasiswa UMM Berhasil Lulus Tanpa Skripsi: Kembangkan Proyek Inovasi Sampah

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Sukro Muhab menyebut bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WSC menjadi kesempatan bagi talenta vokasi untuk menguji kemampuan dengan peserta dari berbagai negara.

“Talenta vokasi kita berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara dan menghadapi standar kerja serta penilaian yang berlaku di tingkat dunia,” ujar Sukro dalam siaran pers yang diterima Maklumat.id, Selasa (29/9/2026).

Sebelum mengikuti kompetisi, para kompetitor menjalani rangkaian seleksi dan pembinaan melalui sejumlah Training Center di pusat pelatihan dan institusi pendidikan. Salah satunya berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi untuk bidang Refrigeration and Air Conditioning serta Electronics.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) turut melakukan pembinaan terhadap kontingen bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mitra industri, serta lembaga pendidikan.

Hasil Kompetisi Jadi Bahan Pengembangan Pelatihan Vokasi

Menurut Sukro, pengalaman mengikuti WSC tidak hanya berkaitan dengan pencapaian peserta dalam kompetisi, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan sistem pelatihan vokasi di Indonesia.

Evaluasi tersebut mencakup tuntutan kompetensi, perkembangan teknologi, presisi, hingga kualitas kerja yang diterapkan dalam kompetisi tingkat dunia.

Baca Juga  Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polresta Banyuwangi Raih Penghargaan Pemanfaatan Media Sosial

Sebagai tindak lanjut, berbagai test project dan kriteria penilaian yang digunakan dalam WSC Shanghai 2026 akan diadopsi dalam pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Selain itu, peralatan workshop di BBPVP/BPVP serta unit sekolah kejuruan juga akan dimodernisasi agar dapat mendukung proses pelatihan yang sesuai dengan perkembangan kompetensi dan teknologi.

Sukro mengatakan, Kemnaker juga bakal mempersiapkan keikutsertaan Indonesia dalam WSC secara lebih dini dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Seleksi tingkat nasional direncanakan berlangsung satu tahun sebelum kompetisi. Persiapan tersebut juga akan diarahkan untuk menyelaraskan peran Training Centre dengan Talent Innovation Hub (TIH).

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses seleksi, pembinaan, dan persiapan talenta vokasi Indonesia sebelum mengikuti kompetisi keterampilan di tingkat internasional.***