Maxim Indonesia Buka Suara soal Turbo, Komisi, dan Penyegelan Kantor Kediri

Maxim

MAKLUMAT — Maxim Indonesia menyampaikan tanggapan resmi atas pemberitaan Maklumat.id mengenai aksi ratusan pengemudi ojek online di Kediri. Tanggapan tersebut mencakup program Turbo, komisi aplikasi, pendaftaran mitra pengemudi baru, hingga penyegelan kantor cabang Maxim Kediri.

Director Development Maxim Indonesia Dirhamsyah menjelaskan, program Turbo yang menjadi salah satu sorotan dalam aksi tersebut bersifat opsional. Ia mengatakan bahwa mitra pengemudi tidak diwajibkan mengikuti program tersebut.

“Program Turbo merupakan program yang bersifat opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi,” kata Dirhamsyah dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id pada Jumat (2/10/2026).

Maxim menyebut program itu memberikan prioritas lebih tinggi kepada mitra selama lima jam dengan biaya tertentu. Perusahaan mengatakan mitra yang tidak mengikuti Turbo tetap dapat menerima pesanan melalui mekanisme distribusi order yang berlaku.

Program tersebut, menurut Maxim, juga dapat menjadi pilihan bagi pengemudi yang menjalankan aktivitas secara paruh waktu. Perusahaan menyatakan skema tersebut tidak menghilangkan kesempatan mitra yang memilih menggunakan mekanisme standar untuk memperoleh penghasilan.

“Keikutsertaan dalam program Turbo bersifat sukarela dan dapat menjadi pilihan bagi mitra yang menjalankan aktivitas sebagai pengemudi secara paruh waktu,” ujarnya.

Baca Juga  Di Tengah Dukungan Lokasi Muktamar ke Jakarta, Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta Pilih Lirboyo

Selain Turbo, Maxim memberikan penjelasan mengenai komisi aplikasi. Perusahaan menyatakan komisi yang diterapkan berada pada rentang 0–8 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Maxim juga menjelaskan biaya platform telah diperhitungkan dalam tarif dasar. Menurut perusahaan, biaya tersebut tidak dibayarkan secara terpisah oleh mitra pengemudi dan digunakan untuk mendukung operasional, pemeliharaan layanan, pengembangan teknologi, serta fitur dalam aplikasi.

“Maxim telah menerapkan komisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan besaran berada pada rentang 0–8%,” jelasnya.

Mengenai pendaftaran mitra baru, Maxim mengatakan tetap membuka kesempatan bagi masyarakat di berbagai wilayah untuk bergabung sebagai pengemudi. Namun, perusahaan melakukan evaluasi kebutuhan mitra secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan layanan.

Menurut Maxim, perhitungan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah mitra pengemudi dan kebutuhan pengguna. Perusahaan juga menyebut pertumbuhan jumlah mitra merupakan bagian dari perkembangan layanan seiring meningkatnya jumlah pesanan.

“Pertumbuhan jumlah mitra pengemudi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan layanan dan kebutuhan pengguna,” katanya.

Maxim kemudian menanggapi penyegelan kantor cabang di Kediri dalam rangkaian aksi demonstrasi. Perusahaan menyayangkan tindakan tersebut karena kantor operasional digunakan sebagai pusat layanan, pelatihan, serta sarana komunikasi bagi mitra dan pelanggan.

Baca Juga  Driver Online Masih Terdesak, PKS Minta Negara Bertindak

Perusahaan berharap penertiban terhadap fasilitas operasional dilakukan melalui dialog dan mengikuti prosedur serta kewenangan yang berlaku. Maxim juga menyatakan akan mencermati masukan yang disampaikan para mitra pengemudi.

“Kami menghormati setiap masukan, kritik dan saran dari mitra pengemudi. Setiap masukan yang diberikan tentunya akan kami cermati dan proses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Maxim menyatakan layanan tetap berjalan normal dan pengguna masih dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi. Perusahaan juga mengimbau para pengemudi menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

“Dapat kami sampaikan juga bahwa layanan Maxim tetap berjalan secara normal dan pengguna tetap dapat memesan layanan Maxim di aplikasi,” jelasnya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki