MAKLUMAT — Sejarah HUT TNI tidak lepas dari perjalanan panjang pembentukan tentara nasional setelah Indonesia merdeka. Setiap 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI). Pada 2026, TNI memasuki usia ke-81.
TNI lahir di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia melalui kekuatan bersenjata.
Cikal bakal TNI seperti dilansir laman TNI, Senin (5/10), bermula dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Organisasi tersebut kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945.
Dalam perkembangan berikutnya, TKR berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Perubahan itu dilakukan untuk menyempurnakan susunan organisasi tentara agar sesuai dengan dasar-dasar militer internasional.
Sejarah Lahirnya TNI
Upaya membentuk tentara nasional terus dilakukan pemerintah di tengah perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Pemerintah kemudian berusaha menyatukan TRI sebagai tentara reguler dengan berbagai badan perjuangan rakyat.
Pada 3 Juni 1947, Presiden mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada masa Perang Kemerdekaan 1945-1949, TNI berkembang sebagai tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional.
TNI juga menghadapi berbagai tantangan dari dalam maupun luar negeri. Dari luar negeri, TNI menghadapi dua kali Agresi Militer Belanda yang memiliki organisasi dan persenjataan lebih modern.
Menghadapi kondisi tersebut, Indonesia menjalankan Perang Rakyat Semesta dengan mengerahkan kekuatan TNI, masyarakat, dan sumber daya nasional.
Perjuangan bersama tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TNI Berubah Menjadi ABRI
Perjalanan organisasi pertahanan Indonesia berlanjut setelah berakhirnya perang kemerdekaan.
Pada akhir 1949 dibentuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Organisasi tersebut merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya.
Setelah RIS dibubarkan pada Agustus 1950 dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, APRIS berubah menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Perubahan kembali terjadi pada 1962. Organisasi angkatan perang dan Kepolisian Negara disatukan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Penyatuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah organisasi pertahanan Indonesia pada dekade 1960-an.
Reformasi TNI Setelah 1998
Sejarah TNI memasuki babak baru setelah reformasi 1998. TNI melakukan berbagai perubahan internal sebagai bagian dari tuntutan reformasi nasional.
Sejumlah perubahan dilakukan, antara lain perubahan paradigma peran TNI, pemisahan Polri dari ABRI, penghapusan fungsi sosial politik, serta penegasan bahwa TNI tidak lagi terlibat dalam politik praktis.
TNI juga berkomitmen menjaga netralitas dalam Pemilu dan menyesuaikan doktrin dengan perkembangan reformasi.
Pada 12 Januari 2007, doktrin Tri Dharma Eka Karma (Tridek) diberlakukan menggantikan Catur Dharma Eka Karma (Cadek) berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/2/I/2007.
Tugas Pokok TNI
Peran, fungsi, dan tugas TNI kemudian diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004.
TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan dan menjalankan tugas berdasarkan kebijakan serta keputusan politik negara.
Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Tugas tersebut dilaksanakan melalui operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP).
OMSP antara lain mencakup penanganan ancaman bersenjata, pengamanan wilayah perbatasan dan objek vital nasional, misi perdamaian dunia, bantuan penanganan bencana, serta pencarian dan pertolongan.
Hingga kini, TNI terus melaksanakan reformasi internal dan berkomitmen menjalankan perannya sebagai alat pertahanan negara.
Sejarah HUT TNI ke-81 menjadi bagian dari perjalanan panjang TNI dalam mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Itulah sejarah mengapa setiap 5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI. Momentum HUT TNI menjadi pengingat atas perjalanan panjang dan pengabdian TNI dalam menjaga pertahanan negara.
Dirgahayu TNI ke-81. TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.***












