Saiful Mujani Petakan 6 Poros Pilpres 2029, Gibran Bisa Jadi Kejutan?

poros pilpres 2029 saiful mujani

MAKLUMAT – Saiful Mujani memetakan sedikitnya enam poros politik yang berpotensi terbentuk dalam Pilpres 2029. Lima poros kemungkinan digerakkan partai besar, sementara satu poros lainnya berpeluang berpusat pada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Guru Besar Ilmu Politik Indonesia Saiful Mujani mengatakan lima partai memiliki kekuatan politik yang relatif mandiri untuk membangun poros masing-masing. Kelima partai itu adalah Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, dan NasDem.

“Lima kemungkinan ada poros. Saya sebut poros Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat dan NasDem,” kata Saiful dikutip Senin, (5/10/2026).

Di luar lima poros tersebut, Saiful melihat peluang munculnya poros Gibran. Namun, pembentukan poros ini sangat bergantung pada kekuatan elektoral Gibran menjelang Pilpres 2029.

Poros Gibran Bergantung Elektabilitas

Menurut Saiful, hasil survei akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan masa depan poros Gibran.

Jika elektabilitas Gibran menunjukkan tren positif, Presiden ke-7 Joko Widodo dinilai berpeluang mendorong putranya maju sebagai calon presiden.

“Poros Gibran ini sangat tergantung Gibrannya, apalagi Jokowi,” ujar Saiful.

Saiful menilai Jokowi selama ini menjadikan hasil survei sebagai pertimbangan penting dalam menentukan langkah politik. Karena itu, posisi Gibran dalam berbagai survei menjelang Pilpres 2029 akan ikut menentukan apakah poros tersebut memiliki daya tawar yang cukup.

Baca Juga  Golkar Ragu Kiai Marzuki Mau Diusung di Pilgub Jatim

“Kalau Gibran kuat secara elektoral menurut survei, Pak Jokowi akan berusaha memajukan Gibran,” katanya.

Saiful menyebut jika kekuatan politik Gibran cukup besar, partai yang belum membangun poros capres sendiri berpotensi bergabung. PKB, PAN, dan PSI sebagai partai yang berpeluang merapat ke poros tersebut.

PKB, PAN, dan PKS Masih Punya Ruang Manuver

Saiful juga melihat PKB, PAN, dan PKS memiliki posisi strategis dalam peta Pilpres 2029. Ketiganya dinilai dapat menjadi penentu dalam pembentukan pasangan calon, terutama untuk posisi calon wakil presiden.

PKB menjadi salah satu partai yang dinilai memiliki ruang manuver cukup luas. Pengalaman Pilpres 2024 menunjukkan partai tersebut dapat membangun kerja sama politik dengan Anies Baswedan dan mengusung Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden.

Untuk Pilpres 2029, Saiful melihat PKB masih memiliki sejumlah pilihan. Partai tersebut dapat kembali bekerja sama dengan Anies, menjalin komunikasi dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendekati Dedi Mulyadi, atau bergabung dengan kekuatan politik Prabowo.

Peta tersebut menunjukkan bahwa pertarungan menuju Pilpres 2029 masih sangat cair. Kekuatan elektoral masing-masing figur dan kemampuan partai membangun koalisi akan menentukan arah poros yang terbentuk.

Baca Juga  Tiga Legislator Baru PKB Resmi Dilantik, Wakili Daerah Pemilihan Pasuruan-Probolinggo

Gibran Jadi Poros atau Sekadar Magnet Politik?

Prediksi enam poros menunjukkan Pilpres 2029 berpotensi menghadirkan persaingan yang lebih terbuka. Namun, poros Gibran masih memiliki satu syarat penting: kekuatan elektoral Gibran harus cukup kuat untuk menarik dukungan partai.

Jika survei menunjukkan Gibran memiliki daya saing tinggi, peluang terbentuknya poros yang berpusat di sekelilingnya akan semakin besar. Sebaliknya, jika elektabilitasnya tidak cukup meyakinkan, partai-partai yang disebut berpotensi merapat bisa memilih poros lain.

Karena itu, Gibran bukan hanya menunggu keputusan partai. Angka elektabilitas dan kemampuan membangun daya tawar politik akan menjadi kunci apakah ia benar-benar menjadi pusat poros baru pada Pilpres 2029.