Dua Anak Main Ayunan Pakai Kabel Charger BYD Megawatt Flash, Ini Risikonya

kabel charger BYD

MAKLUMAT — Kabel Charger BYD Megawatt Flash dibuat main ayunan oleh dua anak kecil. Aksi tersebut terekam video dan viral di media sosial China saat libur Hari Nasional. Peristiwa itu terjadi pada 2 Oktober 2026 di area pengisian daya publik terbuka di Nanning, Guangxi Zhuang, China.

Dalam video yang beredar, dua anak terlihat memegang konektor charger BYD dan mengayunkan tubuh hingga kedua kaki mereka terangkat dari tanah. Sejumlah orang dewasa terlihat merekam aksi tersebut. Layanan pelanggan BYD mengonfirmasi pada 4 Oktober bahwa bermain menggunakan peralatan pengisian daya dilarang. BYD juga mengirim petugas pemeliharaan untuk memeriksa lokasi tersebut. BYD seperti dikutip dari CarNewsChina, Senin (5/10), menyatakan, akan memperketat pemantauan dan pemeriksaan fisik di stasiun pengisian daya.

Mengapa Kabel Charger BYD Digantung di Atas?

Stasiun yang digunakan dalam insiden tersebut memakai BYD Megawatt Flash Charger, teknologi pengisian daya berkapasitas tinggi yang diperkenalkan bersama Super e-Platform pada Maret 2025.

Sistem tersebut menggunakan arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt dan mendukung kecepatan pengisian hingga 10C untuk kendaraan penumpang yang kompatibel.

BYD Megawatt Flash Charger mampu menghasilkan daya hingga 1.000 kW atau 1 MW pada 1.000 volt dan 1.000 ampere. Secara teoritis, perangkat kerasnya memiliki kemampuan hingga 1.500 kW pada 1.500 ampere.

Baca Juga  Prabowo, Donald Trump, dan Masa Depan Dunia

Kabel pengisian berpendingin cairan memiliki bobot yang cukup besar. Karena itu, BYD menggunakan sistem T-track di atas yang dilengkapi retractor berbasis pegas.

Sistem tersebut berfungsi menopang kabel sehingga konektor lebih mudah dijangkau pengguna. Kabel juga tidak perlu diseret di permukaan tanah yang kotor atau basah.

Namun, ketika digunakan sebagai ayunan, sistem tersebut menerima beban yang berbeda dari penggunaan normal.

Konektor charger yang memiliki bobot sekitar 3-5 kilogram tergantung pada sistem suspensi di atas. Ketika seseorang bergelantungan dan mengayun, gaya dinamis yang diterima kabel dan mekanismenya juga meningkat.

Risiko Kabel Charger Rusak

Perhatian publik awalnya tertuju pada kemungkinan anak-anak mengalami sengatan listrik.

Namun, risiko yang lebih relevan dalam kejadian tersebut adalah kerusakan mekanis pada kabel dan sistem suspensi charger.

Dalam kondisi standby, sistem pengaman pada charger membuat kontaktor DC utama tetap terbuka dan tidak dialiri listrik ketika konektor masih berada di dudukannya.

Arus tegangan tinggi baru dialirkan setelah konektor terhubung dengan kendaraan dan sejumlah pemeriksaan keselamatan serta komunikasi terpenuhi.

Meski demikian, penggunaan kabel sebagai ayunan dapat memberikan tekanan berulang pada retractor, seal kabel, konektor, dan sambungan strain-relief.

Baca Juga  HMPV Masuk Indonesia, Pemerintah Imbau Tak Perlu Panik

Komponen tersebut dirancang untuk penggunaan normal, bukan untuk menahan gaya pendulum secara berulang.

Kabel Berpendingin Cairan Punya Struktur Kompleks

Kabel charger megawatt berbeda dengan kabel pengisian standar.

Di dalam lapisan pelindungnya terdapat konduktor tembaga berkapasitas arus tinggi, jalur komunikasi, serta saluran pendingin cairan.

Tekanan akibat pembengkokan atau gaya melintang secara berulang berpotensi memengaruhi komponen internal tersebut. Kerusakan bahkan tidak selalu terlihat dari bagian luar kabel.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan keselamatan ketika kabel kembali digunakan untuk pengisian daya dengan arus sangat tinggi.

Selain itu, konektor charger yang berat juga dapat menimbulkan risiko benturan jika seseorang kehilangan pegangan saat mengayun.

Standar Pengujian Jadi Sorotan

Insiden di Nanning juga memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan sistem pengisian daya menghadapi perilaku penggunaan yang tidak semestinya di ruang publik.

Standar pengisian konduktif China, termasuk GB/T 18487.1 dan GB/T 20234, mencakup sejumlah pengujian mekanis, seperti tekanan akibat kendaraan melindas kabel hingga 5.000 N dan pengujian tarikan linear antara 200 N dan 400 N.

Namun, pengujian tersebut berkaitan dengan kondisi beban tertentu dan tidak secara khusus menggambarkan gaya pendulum berulang akibat kabel digunakan sebagai ayunan.

Baca Juga  Survei Allensbach: 65% Warga Jerman Kini Anggap Amerika Serikat Ancaman Perdamaian Dunia

Persoalan ini menjadi semakin relevan seiring ekspansi jaringan BYD Megawatt Flash Charger.

BYD disebut telah memiliki lebih dari 10.000 stasiun Megawatt Flash Charging yang beroperasi di China dan menargetkan 20.000 stasiun domestik pada akhir 2026.

Untuk pasar internasional, BYD menargetkan pembangunan 6.000 stasiun flash charging hingga akhir 2027, termasuk 3.000 stasiun di Uni Eropa dan 300 stasiun di Inggris.

Sejumlah stasiun pengisian daya berkapasitas tinggi beroperasi di area komersial yang terbuka untuk masyarakat. Beberapa lokasi juga dapat menggunakan Battery Energy Storage System (BESS) untuk membantu mengelola kebutuhan daya listrik.

Kasus kabel charger BYD Megawatt Flash dibuat main ayunan menjadi pengingat bahwa desain infrastruktur pengisian kendaraan listrik tidak hanya perlu memperhitungkan penggunaan normal.

Potensi penyalahgunaan oleh pengguna di ruang publik juga perlu diperhitungkan untuk menjaga keamanan peralatan dan pengguna berikutnya.***