Reses Imam Wihdan Zarkasyi, Warga Kediri Usulkan Penambahan Angkot untuk Anak Sekolah

MAKLUMAT — Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, ST, MM, menghimpun aspirasi warga tentang keamanan perjalanan anak ke sekolah dalam reses yang berlangsung di Gedung LEC Perguruan Muhammadiyah, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (14/10/2026).

Forum bertema Aman Anak ke Sekolah itu dihadiri guru SMP se-Kota Kediri, wali murid, dan pengemudi ojek online. Imam menjelaskan bahwa reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan yang dapat dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan daerah.

Ia berharap warga menyampaikan persoalan beserta solusi yang bisa dibahas lebih lanjut di DPRD. “Reses ini untuk masukan perda yang akan datang. Kami mendengarkan solusi konstruktif dari masyarakat,” ujarnya.

Salah satu usulan yang muncul dalam pertemuan tersebut ialah penambahan armada angkutan kota (angkot) dan perluasan rute. Warga menilai angkot dapat menjangkau lebih banyak kawasan di Kota Kediri, termasuk wilayah yang belum terlayani transportasi umum secara memadai.

Usulan ini berkaitan dengan kebutuhan siswa untuk mendapatkan akses perjalanan yang aman menuju sekolah. Pembahasan juga menyentuh sistem zonasi sekolah yang dinilai masih perlu dibenahi.

Penataan zonasi menjadi perhatian karena berkaitan dengan lokasi sekolah yang dapat diakses siswa dan jarak perjalanan yang harus mereka tempuh setiap hari. Imam menilai pemerintah perlu memastikan layanan pendidikan jenjang SD dan SMP berjalan dengan baik, termasuk dari sisi aksesibilitas dan keselamatan peserta didik.

Baca Juga  Imam Wihdan Zarkasyi Pimpin Orado Kota Kediri, Teguhkan Domino sebagai Olahraga Prestasi

“Kami memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan lingkungan pendidikan yang mendukung kebutuhan anak,” ujarnya.

Ia juga menyinggung program Bis Satria Kota Kediri yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam melihat kebutuhan transportasi pelajar. Evaluasi tersebut diharapkan membantu pemerintah menentukan langkah lanjutan, termasuk menindaklanjuti usulan penambahan armada dan rute angkot.

“Anak-anak harus mendapatkan akses pendidikan yang layak. Pemerintah punya kewajiban untuk memastikan layanan pendidikan itu bisa dijangkau,” jelasnya.

Imam menambahkan, pendidikan di Kota Kediri mulai menarik minat masyarakat dari luar daerah. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan perhatian terhadap keselamatan siswa selama perjalanan pergi maupun pulang sekolah.

Seluruh aspirasi yang disampaikan dalam reses akan dibawa ke pembahasan DPRD Kota Kediri sebagai bahan penyusunan kebijakan daerah. Usulan penambahan angkot, perluasan rute, dan pembenahan zonasi menjadi beberapa persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam pembahasan tersebut.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki