TransNusa Buka Rute Melbourne–Bali, Kemenpar Bidik 2,23 Juta Wisatawan Australia

TransNusa

MAKLUMAT — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut pembukaan penerbangan langsung TransNusa rute Melbourne–Bali untuk memperluas akses wisatawan Australia ke Indonesia. Rute baru ini diharapkan meningkatkan konektivitas internasional sekaligus mendorong wisatawan menjelajahi destinasi di luar Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan, penerbangan langsung tersebut mencerminkan kolaborasi pemerintah dan industri penerbangan dalam memperluas aksesibilitas pariwisata Indonesia, terutama bagi wisatawan dari Australia yang menjadi salah satu pasar utama pariwisata nasional.

“Kehadiran penerbangan perdana TransNusa rute Melbourne–Bali ini menjadi langkah proaktif yang sangat dinantikan dalam memperluas konektivitas serta meningkatkan daya saing destinasi unggulan Indonesia di mata dunia,” ujar Made dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Made, Australia secara konsisten berkontribusi terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Kedekatan geografis, kemudahan akses, dan beragam pilihan destinasi menjadi sejumlah faktor yang mendukung minat wisatawan Australia berkunjung ke Indonesia.

Hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan asal Australia tercatat mencapai 1.224.941 kunjungan, meningkat 7,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemenpar menargetkan jumlah kunjungan wisatawan Australia mencapai 2,23 juta sepanjang 2026.

“Australia merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia, dan ketersediaan penerbangan langsung yang andal serta berkualitas menjadi kunci penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan,” kata Made.

Baca Juga  Wastra Jadi Bagian dari Pengalaman Wisata di Berbagai Destinasi

Penerbangan perdana TransNusa rute Melbourne–Bali berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Pesawat dengan nomor penerbangan 8B19 berangkat dari Melbourne Airport pada pukul 06.25 waktu setempat atau AEST dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 09.40 WITA.

Pada tahap awal, penerbangan langsung tersebut dijadwalkan beroperasi empat kali sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Frekuensinya direncanakan meningkat menjadi setiap hari mulai 15 November 2026.

Jadwal kedatangan pada pagi hari diharapkan memberi keleluasaan bagi wisatawan untuk menikmati Bali sekaligus melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia.

Melalui konektivitas Beyond Bali, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju 11 destinasi utama, termasuk Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok. Kemenpar berharap jaringan ini dapat memperluas persebaran kunjungan wisatawan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah.

“Kami berharap pembukaan rute ini tidak hanya mempermudah akses wisatawan Australia menuju Bali, tetapi juga mengajak wisatawan mancanegara untuk mengeksplorasi destinasi lainnya di luar Bali,” ujar Made.

Sementara itu, Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan rute Melbourne–Bali merupakan bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan. Rute tersebut juga memperkuat peran Bali sebagai titik konektivitas penerbangan yang menghubungkan Australia dengan berbagai destinasi di kawasan Asia.

Baca Juga  Kemenpar Dorong Transisi Pariwisata Hijau Lewat Publikasi Tourism Snapshot

“Peluncuran rute Melbourne–Bali merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi internasional TransNusa. Rute ini memberikan pilihan baru bagi wisatawan Australia yang mengutamakan konektivitas, nilai, serta pengalaman perjalanan premium dengan penawaran yang kompetitif,” kata Bernard.

Ia mengatakan pembukaan rute tersebut juga merespons perkembangan permintaan perjalanan dari pasar Australia. Sebelumnya, TransNusa mengklaim meraih pangsa pasar sebesar 20 persen di Perth dan meningkatkan frekuensi penerbangannya menjadi 21 kali per pekan pada Juli 2026.

Menurut Bernard, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan pasar Australia terhadap layanan penerbangan yang menghubungkan kedua negara. Pembukaan rute Melbourne–Bali menambah pilihan perjalanan langsung bagi wisatawan Australia. Kemenpar berharap peningkatan konektivitas ini tidak hanya mendorong kunjungan ke Bali, tetapi juga membantu memperkenalkan destinasi lain di Indonesia dan memperluas manfaat ekonomi pariwisata ke berbagai daerah.***