Resmikan 11 AUM Senilai Rp8 Miliar, Abdul Mu’ti: Muhammadiyah Harus Hadir Memberi Solusi bagi Masyarakat

Abdul Mu'ti

MAKLUMAT – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, meresmikan 11 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar, Ahad (12/7/2026) pukul 22.00-23.30 WIB.

Prosesi peresmian dilakukan sebelum Tabligh Akbar yang digelar PDM Kota Blitar. Abdul Mu’ti menandatangani 11 prasasti sebagai simbol 11 AUM telah diresmikan.  Saat menyampaikan tausiah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan berbagai amal usaha merupakan bukti nyata Muhammadiyah hadir untuk memberi manfaat dan solusi bagi masyarakat.

“Memang Muhammadiyah harus hadir memberi solusi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga sempat menanyakan nilai pembangunan sebelas AUM tersebut kepada Ketua PDM Kota Blitar, Lukiarto SKM.

“Ini berapa nilainya, Pak Ketua?” tanya Abdul Mu’ti dari atas panggung.

Lukiarto menjawab dengan lantang, “Rp8 miliar, Pak.”

Mendengar jawaban tersebut, Abdul Mu’ti mengapresiasi capaian PDM Kota Blitar yang mampu membangun berbagai amal usaha melalui semangat kebersamaan dan kemandirian warga Muhammadiyah.

11 AUM Baru Perkuat Dakwah dan Pelayanan

Sebelas AUM yang diresmikan meliputi Rumah Majelis Taklim Assalam, SMK Muhammadiyah 1 Blitar Kampus 2, Aula SMA Muhammadiyah 1 Blitar, Masjid Nurul Huda, Gedung Dakwah PCM Sukorejo, Mushala Al-Huda Bendo, Mushala Al-Huda Kauman, Mushala Al-Amin Sangut, Mushala Sulaiman, Mushala Habib bin Zaid Al-Ansori, serta Panti Asuhan Al-Falah.

Baca Juga  Upacara di SMAN 4 Aceh Tamiang, Mendikdasmen Tegaskan Hak Belajar Murid Pascabencana

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Kota Blitar memperluas syiar Islam sekaligus meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Bukti Kekuatan Kolektif Muhammadiyah

Ketua PDM Kota Blitar, Lukiarto SKM, mengatakan pembangunan sebelas AUM tersebut merupakan hasil semangat gotong royong dan kemandirian warga Muhammadiyah dengan nilai investasi sekitar Rp8 miliar.

“Alhamdulillah, tahun ini PDM Kota Blitar bisa meresmikan 11 gedung baru dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah. Ini menjadi bukti kekuatan kolektif-kolegial dalam membangun kemandirian sistem dan totalitas bermuhammadiyah,” ujarnya.

Menurut Lukiarto, seluruh aset yang dibangun merupakan hasil perjuangan bersama sehingga tidak boleh diklaim sebagai milik perseorangan.

“Insya Allah tidak ada cerita di masa depan gedung-gedung ini diakui sebagai karya perseorangan atau milik keluarganya. Di Muhammadiyah, setiap karya adalah jerih payah bersama yang lillahi ta’ala.”

Selain meresmikan sebelas AUM baru, Lukiarto juga melaporkan bahwa dua rumah sakit Muhammadiyah di Kota Blitar berhasil meraih akreditasi paripurna, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia.

Ia mengenang kunjungan Abdul Mu’ti saat masih menjabat Sekretaris PP Muhammadiyah untuk melantik kepengurusan PDM Kota Blitar. Kini, menurutnya, Abdul Mu’ti kembali menyaksikan perkembangan Muhammadiyah melalui peresmian sebelas AUM baru.

“Insya Allah nanti beliau kembali lagi ke Kota Blitar untuk meresmikan amal usaha Muhammadiyah berikutnya, mudah-mudahan dengan status sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah,” ujar Lukiarto.

Sempat Dipanggil Presiden

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti mengungkapkan jadwal kunjungannya ke Kota Blitar sempat berubah-ubah karena harus memenuhi panggilan Presiden. Meski demikian, ia bersyukur tetap dapat menghadiri Tabligh Akbar sekaligus meresmikan sebelas AUM tersebut.

“Saya sempat khawatir tidak bisa hadir karena jadwal berubah-ubah. Tiba-tiba dipanggil Pak Presiden sehingga baru berangkat sekitar pukul 17.30. Alhamdulillah akhirnya sampai di Blitar,” katanya.

Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan amal usaha seperti yang dilakukan PDM Kota Blitar merupakan implementasi nyata peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang tidak hanya berdakwah, tetapi juga menghadirkan solusi melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.***

Baca Juga  Persiapan Hadirkan Mapel AI dan Coding Rampung, Tinggal Tunggu Terbitnya Permendikdasmen