MAKLUMAT — Raffi Ahmad mengunggah momen kebersamaannya dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat keduanya berada di Tanah Suci.
Dalam perbincangan tersebut, salah satu topik yang dibahas adalah viralnya lagu MBG Mas Bahlil Ganteng yang belakangan ramai di media sosial.
“Ini Pak Bahlil lagi penasaran siapa yang bikin lagunya,” ujar Raffi Ahmad melalui akun Instagram pribadinya @raffinagita1717 pada Jumat (29/5/2026).
Bahlil membenarkan bahwa dirinya sangat penasaran dengan sosok di balik lagu yang viral tersebut. Bahkan, ia mengaku ingin bertemu langsung dengan pembuatnya.
“Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya,” ujar Bahlil.
Ia kemudian bercerita bahwa lagu tersebut bahkan sudah sampai ke lingkungan keluarganya. Anaknya bahkan memanggilnya sebagai Bapak MBG.
“Saya lagi ibadah (haji). Tapi setiap pagi bangun, anak saya saja ketawain saya. ‘Bapak MBG’, wah,” imbuhnya sambil tertawa.
Raffi Ahmad lalu mengungkapkan bahwa putranya, Rafathar Malik Ahmad, juga menyukai lagu tersebut. Keduanya kemudian melakukan panggilan video dengan Rafathar yang tampak malu-malu. “Adinda Rafathar,” sapa Bahlil.
Raffi Ahmad pun menceritakan bahwa Rafathar sempat mencari-cari Bahlil karena penasaran dengan lagu MBG yang sedang ramai diperbincangkan.
“Tadi Rafathar saja sampai nyariin Pak Bahlil. Ini sampai lagu MBG. Karena postingan kemarin, itu lihat saya sampai di Instagram saya saja 12 juta. Banyak yang tanya. Tadi banyak yang DM saya. Coba tanya Pak Bahlil, gimana sih rasanya? Itu lagu MBG untuk Pak Bahlil sendiri bagaimana?” tanyanya.
Menanggapi hal itu, Bahlil mengaku dirinya tidak mengetahui siapa pencipta lagu tersebut. Ia menilai kemunculan lagu itu terjadi secara alami di tengah masyarakat.
“Saya sendiri nggak tahu. Dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran. Ini siapa yang buat?” ujarnya.
Bahlil kembali menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan sosok yang membuat lagu tersebut. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kreativitas para pengguna media sosial yang mampu melahirkan berbagai karya kreatif.
“Saya mengapresiasi kreativitas orang-orang. Banyak kan anak-anak muda sekarang. Cuma satu saja saran saya. Di era demokrasi, sosmed ini penting,” katanya.
Bahlil lalu berpesan agar media sosial digunakan secara bijak dan tidak memuat konten yang mengandung unsur SARA. Menurutnya, hal itu akan berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.
“Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar. Ya, risiko jadi pejabat publik harus menerima semuanya,” pungkas Bahlil.













