22.4 C
Malang
Rabu, April 17, 2024
KilasAgung Danarto Ungkap Dampak Signifikan Muhammadiyah dalam Mencerdaskan Bangsa Indonesia

Agung Danarto Ungkap Dampak Signifikan Muhammadiyah dalam Mencerdaskan Bangsa Indonesia

Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto

KETUA Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto mengatakan berdirinya Muhammadiyah di awal abad ke-20 memberikan dampak signifikan terhadap penambahan jumlah manusia Indonesia yang terdidik.

“Kenyataan itu menjadi tanda keberhasilan transformasi ilmu yang dilakukan oleh gerakan Islam,” katanya dalam Pengajian Iktikaf Ramadan yang diadakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Piyungan di Masjid Al Muttaqin, Kabupaten Bantul, Rabu (3/4/2024) malam.

Agung kemudian memaparkan, dalam tekanan kolonialisme barat, bangsa Indonesia relatif tidak ada yang menempuh sampai pendidikan tinggi. Kebanyakan bangsa Indononesia lulusan Sekolah Rakyat maupun Ongko Loro atau sekolah dua tahun. Pada saat itu yang berhak berpendidikan tinggi dibatasi pada kalangan elite.

“Kemudian Muhammadiyah memandang penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga salah satu yang diusahakan oleh Muhammadiyah adalah mendirikan sekolah di mana-mana dalam rangka memberikan akses bagi orang Islam untuk mendapatkan pendidikan,” terangnya.

Gerakan dakwah di bidang pendidikan ini, kata Agung, sekaligus aktualisasi dari perintah pertama yang turun, yaitu untuk membaca atau bacalah (iqra’). Mengungkap makna perintah pertama ini, Agung menjelaskan perintah membaca tidak hanya untuk membaca Al Qur’an.

Pakar Hadis ini menambahkan, karena iqra’ sebagai ayat pertama dari Al Qur’an tentu perintah ini tidak ditujukan untuk membaca Al Qur’an saja sebab masih belum lengkap. Oleh karena itu perintah ini juga ditujukan kepada Umat Islam supaya membaca ilmu pengetahuan dalam makna yang luas.

Terlebih saat itu sudah ada pusat-pusat ilmu pengetahuan di peradaban-peradaban besar dunia yang sudah berdiri seperti Yunani, Romawi, Persia, sampai dengan Peradaban Cina. Maka perintah membaca ini juga diarahkan supaya Umat Islam membaca ilmu pengetahuan dari peradaban-peradaban besar itu.

“Perintah pertama ini juga sebagai dasar bagi Umat Islam untuk menguasai peradaban. Atas dasar pemahaman itu, Muhammadiyah dalam gerakan awal concern dalam pendidikan dan mengajak umat yang terbelakang untuk belajar dan berpendidikan,” terangnya.

Agung mengungkapkan, dari pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), Persyarikatan Muhammadiyah saat ini telah memiliki puluhan ribu institusi pendidikan, dan tersebar hampir merata di seluruh penjuru Tanah Air Indonesia. Bahkan saat ini sudah ada yang berkembang di luar negeri.

“Muhammadiyah juga sebagai pelopor integrasi pendidikan Islam dengan Ilmu Pengetahuan Umum. Dalam institusi pendidikan Muhammadiyah tidak haram belajar ilmu dari Barat, tentu dengan pemahaman keagamaan yang memiliki jiwa untuk terus maju,” tandasnya.

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Editor: Aan Hariyanto

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer