MAKLUMAT — Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey CVO OBE, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam mengembangkan jejaring dan kiprahnya di tingkat internasional, termasuk melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya (UK) dan Irlandia.
Dominic menilai, perkembangan hubungan antarkomunitas di Indonesia dan Inggris menunjukkan adanya ruang yang semakin luas untuk pertukaran pengalaman dan gagasan.
Salah satu yang disorot adalah bergabungnya PCIM Britania Raya dan Irlandia sebagai organisasi Indonesia pertama yang menjadi anggota Muslim Council of Britain (MCB). MCB sendiri merupakan jaringan yang menaungi lebih dari 500 masjid, lembaga pendidikan, organisasi amal, dan organisasi profesi di seluruh Inggris.
“Ini merupakan tonggak sejarah penting bukan hanya bagi Muhammadiyah dan diaspora Indonesia, tetapi juga bagi hubungan yang terus berkembang antara komunitas Muslim di Indonesia dan Inggris,” jelas Dominic dalam rilis, dikutip Senin (5/10/2026).
Menurut Dominic, perkembangan kehidupan masyarakat Muslim di Inggris menjadi salah satu hal yang menarik, di mana berdasarkan sensus tahun 2021 sekitar 4,1 juta penduduk Inggris mengidentifikasi diri sebagai Muslim. Islam menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen di Inggris.
Ia juga menyoroti keterlibatan organisasi-organisasi Muslim dalam berbagai bidang, seperti pengelolaan sekolah, bantuan bagi keluarga yang membutuhkan, layanan kesejahteraan sosial, serta kegiatan yang memberikan kontribusi bagi komunitas lokal.
“Kontribusi tersebut dapat dilihat di berbagai bidang kehidupan. Banyak masyarakat Indonesia mengenal Sadiq Khan, Walikota London. Ia memimpin salah satu kota paling beragam di dunia, yang sekaligus merupakan kota dengan keberagaman agama tertinggi di Inggris dan menjadi rumah bagi sekitar 1,3 juta Muslim,” jelasnya.
Peran Muslim dalam Kehidupan Publik Inggris
Dominic juga menyinggung kontribusi masyarakat Muslim dalam olahraga, khususnya sepak bola Inggris. Salah satu sosok yang disebutnya yakni Mohamed Salah, pesepak bola asal Mesir yang pernah bermain bersama Chelsea dan Liverpool. Menurutnya, Salah mendapat perhatian luas di Inggris.
“Ia (Mohamed Salah) mendapat apresiasi luas dari para pendukung sepak bola di seluruh Inggris, termasuk saya. Jutaan orang mengaguminya terutama karena kemampuan sepak bolanya yang luar biasa, sekaligus menghargai bahwa keimanan dan identitasnya merupakan bagian penting dari jati dirinya,” ujar Dominic, yang mengaku sebagai penggemar Chelsea dan turut mengamati kiprah Salah pasca kepindahannya ke Liverpool.
Namun, menurut Dominic, tokoh-tokoh yang dikenal luas tersebut hanya merupakan sebagian kecil dari kontribusi masyarakat Muslim di Inggris.
Ia menyebut organisasi amal Muslim, lembaga pendidikan, asosiasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan turut terlibat dalam kehidupan publik serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kerja sama lintas agama juga berlangsung dalam berbagai kegiatan sosial.
“Warga Muslim, Kristen, Hindu, Sikh, Yahudi, Buddha, dan komunitas lainnya secara rutin berkolaborasi melalui program kepemudaan maupun kegiatan sosial untuk membantu sesama dan kelompok rentan. Dalam banyak kesempatan, kemitraan praktis semacam ini membangun saling pengertian secara lebih efektif dibandingkan dialog formal semata,” ucapnya.
Salah satu contoh kerja sama tersebut adalah melalui Inter Faith Week alias Pekan Kerukunan Antar Iman yang akan digelar pada 8-15 November 2026 mendatang, yang akan mempertemukan berbagai organisasi dari seluruh Inggris untuk memperkuat kerja sama sekaligus merayakan kontribusi berbagai komunitas keagamaan.
Dominic menilai kegiatan tersebut mencerminkan nilai saling menghormati serta kebebasan beragama atau berkeyakinan (Freedom of Religion or Belief/ FoRB).
Ia mengaku nilai keberagaman tersebut juga menjadi hal yang telah lama diamatinya selama tinggal di Indonesia, termasuk melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Seiring Inggris terus tumbuh dalam keberagaman, ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari pengalaman satu sama lain dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya, identitas, dan keyakinan,” ujarnya.
Muhammadiyah dan Hubungan Indonesia-Inggris
Menurut Dominic, kehadiran Muhammadiyah di Inggris turut memberikan kontribusi dalam diskusi mengenai pendidikan, pelayanan masyarakat, dan partisipasi warga.
Para diaspora Indonesia juga dinilai berperan dalam mendorong pertukaran gagasan dan pengalaman antara Indonesia dan Inggris.
“Hubungan tersebut terlihat sangat jelas dalam bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat. Pertemuan Prof Syafiq A Mughni (Ketua PP Muhammadiyah) beberapa waktu lalu dengan institusi seperti Oxford Centre for Islamic Studies dan East London Mosque menunjukan adanya perhatian bersama dalam pengembangan keilmuan, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan sosial,” terangnya.
Tak cuma itu, Dominic juga menyebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai salah satu figur yang memiliki pengalaman akademik dan pertukaran dengan Inggris. Abdul Mu’ti sendiri pernah menerima Chevening Fellowship yang didukung pemerintah Inggris di Universitas Birmingham pada tahun 2004 silam.
“Program-program pendidikan dan pertukaran semacam ini membantu melahirkan para pemimpin masa depan, memperkuat jejaring profesional, dan memperdalam pemahaman antar masyarakat. Yang tak kalah penting, pertukaran tersebut membuka ruang bagi kedua negara untuk saling belajar dari pengalaman satu sama lain,” jelasnya.
Pentingnya Pembinaan Generasi Muda
Lebih jauh, Dominic mengangkat sejumlah isu mengenai tantangan pembinaan generasi masa depan, penguatan komunitas, serta upaya menciptakan ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk hidup berdampingan.
Ia juga mendorong agar hubungan antara Muhammadiyah dan MCB terus berkembang dan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan.
Menurutnya, hubungan internasional juga dibangun melalui interaksi masyarakat yang terbuka untuk saling belajar dan memahami.
“Di masa di mana informasi bergerak begitu cepatnya, namun pemahaman antar satu sama lain tidak selalu bisa mengikuti, maka kesempatan untuk berdialog, bertukar pengalaman, dan menjalin hubungan yang tulus akan selalu sangat berharga,” pungkas Dominic.***











