Arumi Ajak Orang Tua Kenalkan Permainan Tradisional kepada Anak Selama Liburan Sekolah

Permainan tradisional anak

MAKLUMAT — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengajak para orang tua memanfaatkan masa liburan sekolah untuk lebih banyak bermain bersama anak melalui berbagai permainan tradisional.

Menurut Arumi, permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik dari aspek sosial, emosional, maupun kognitif.

Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam International Conference on Innovation in Early Childhood Education (ICIECE) 2026 bertema Membina Generasi Penerus (Anak Usia Dini) melalui Integrasi Permainan, Budaya, dan Teknologi di Universitas Negeri Malang, Kamis (2/7).

“Melalui permainan tradisional, anak belajar berkomunikasi, bekerja sama, menghargai teman, sekaligus mengembangkan kemampuan kognitifnya secara alami,” ujar Arumi.

Ia mengatakan permainan tradisional dapat membangun komunikasi antaranak, memperkuat interaksi sosial, serta merangsang kemampuan berpikir dan memecahkan masalah sejak usia dini.

Orang Tua Perlu Memahami Pola Pengasuhan yang Tepat

Arumi menilai tantangan terbesar dalam pengasuhan anak saat ini adalah menyamakan persepsi para orang tua mengenai pola asuh yang tepat.

Menurutnya, kasih sayang kepada anak harus diiringi dengan pengetahuan tentang pengasuhan dan pemenuhan gizi yang seimbang.

Baca Juga  Jadwal Salat Jatim, Jumat 8 November

“Cinta kepada anak harus dibarengi dengan ilmu. Orang tua perlu memahami kebutuhan anak sesuai usia, mulai dari pemenuhan gizi hingga stimulasi pendidikan formal maupun informal,” katanya.

Sebagai seorang ibu, Arumi mengaku terus mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anaknya sebagai salah satu cara menstimulasi perkembangan kognitif sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dan tanpa pengawasan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, mulai dari gangguan emosi, keterlambatan bicara, hingga meningkatnya risiko masalah kesehatan mental.

“Karena itu, orang tua perlu mengatur penggunaan gadget dan memperbanyak aktivitas fisik maupun permainan yang melibatkan interaksi langsung,” tuturnya.

Permainan Tradisional Dukung Kesehatan dan Karakter Anak

Menurut Arumi, permainan tradisional juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik anak. Aktivitas bermain di luar ruangan membantu membentuk postur tubuh yang baik, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membiasakan anak menjalani gaya hidup aktif.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga menegaskan komitmen TP PKK Jawa Timur untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Selain mengawal percepatan penurunan stunting melalui edukasi gizi, TP PKK Jatim juga memberikan perhatian pada penguatan pendidikan anak usia dini.

Baca Juga  Pesan Pj Gubernur Jatim dalam Pelantikan DPD IMM Jawa Timur 2024-2026

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengenalkan cerita rakyat dan legenda lokal melalui buku-buku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Kita dapat mengembangkan berbagai cerita legenda lokal dalam buku PAUD, bahkan menerjemahkannya ke dalam bahasa asing agar lebih menarik sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia,” jelasnya.

Di akhir paparannya, Arumi kembali mengajak para orang tua menjadikan momen liburan sekolah sebagai kesempatan mempererat hubungan dengan anak melalui aktivitas bermain bersama.

“Luangkan waktu bersama anak. Permainan tradisional bukan hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membangun karakter, kesehatan, dan kecerdasan mereka untuk masa depan,” pungkasnya.***