MAKLUMAT — Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto menegaskan bahwa Muktamar Tapak Suci merupakan forum demokrasi organisasi modern yang menjunjung tinggi akhlak serta kepatuhan terhadap nilai-nilai organisasi.
Hal itu ia sampaikan ketika membuka Sidang Tanwir Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah, yang dilaksanakan di Gedung B Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis malam (6/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut diikuti jajaran Pimpinan Pusat Tapak Suci, utusan pimpinan wilayah Muhammadiyah, serta perwakilan Pimpinan Wilayah Tapak Suci dari berbagai daerah di Indonesia.
“Muktamar Tapak Suci ini tidak seperti yang ada di komik laga Kopingho karya Asmaraman Ko Ping Ho dan Dracin (Drama Cina). Kalau di sana untuk memdapatkan jabatan tertinggi harus bertarung dulu. Tapi di Tapak Suci kita adalah organisasi modern yang mengedepankan akhlakul karimah dan nilai-nilai kepatuhan pada organisasi,” katanya.
Ia menyampaikan, proses suksesi kepemimpinan di Tapak Suci selama ini berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, tanpa diwarnai kepentingan politik, arogansi, maupun provokasi dari pihak luar yang dapat mengganggu kondusivitas organisasi.
Agung juga mengapresiasi para pendekar dan kader Tapak Suci yang dinilai konsisten menjaga marwah organisasi sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang bela diri sekaligus dakwah.
Menurutnya, Tapak Suci telah mampu melakukan penetrasi dakwah melalui olahraga bela diri, termasuk di berbagai negara, sehingga memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional.
Dalam kesempatan itu, Agung juga berpesan supaya seluruh rangkaian Sidang Tanwir dapat dilangsungkan dengan semangat musyawarah dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi.
“Jadikan muktamar ini sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas kader, dan memperluas dakwah Tapak Suci di tengah masyarakat,” pesannya.
Sidang Tanwir tersebut turut dihadiri pimpinan pusat, pimpinan wilayah, pimpinan daerah, serta peserta dari berbagai daerah se-Tanah Air. Agenda utama yang dibahas meliputi program kerja organisasi, rekomendasi strategis, dan mekanisme pemilihan formatur.***
*) Penulis: Wigatiningsih













