MAKLUMAT — Misi Artemis II menghadirkan pemandangan langka dari angkasa. Saat melintas di sisi jauh Bulan pada 6 April 2026, para astronot merekam momen Bumi tampak “tenggelam” di balik cakrawala lunar. Dalam penerbangan yang sama, mereka juga menangkap gerhana Matahari dari perspektif luar angkasa.
Empat awak misi — Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen — memotret ribuan gambar selama sekitar tujuh jam berada di dekat sisi jauh Bulan. Sejumlah citra sudah dirilis oleh NASA, sisanya menyusul dalam beberapa hari ke depan.
“Para astronot membawa pulang gambar yang indah sekaligus penuh nilai ilmiah,” ujar Nicky Fox dari Direktorat Misi Sains NASA dikutip dari laman NASA, Rabu (8/4/2026).
Rekam Lanskap Bulan dan Kilatan Meteoroid
Tak sekadar visual, misi ini juga memuat data ilmiah penting. Awak mendokumentasikan kawah tumbukan, aliran lava purba, hingga retakan dan punggungan permukaan Bulan. Variasi warna, kecerahan, dan tekstur ikut dicatat.
Menariknya, kru juga melaporkan enam kilatan tumbukan meteoroid di sisi gelap Bulan. Fenomena ini jarang terekam langsung oleh manusia.
Momen lain yang tak kalah penting adalah keberhasilan mereka menangkap korona Matahari saat gerhana. Data ini dinilai memperkaya observasi astronomi yang selama ini terbatas dari Bumi.
Data Diproses, Jadi Bekal Misi Berikutnya
Saat ini, ilmuwan NASA mulai menganalisis citra, audio, dan data lain yang dikirim dari Artemis II. Hasilnya akan digunakan untuk memetakan waktu dan lokasi peristiwa yang diamati, sekaligus dibandingkan dengan pengamatan astronom amatir.
Menurut Jacob Bleacher, citra resolusi tinggi membantu ilmuwan memahami lebih detail apa yang dilihat kru di lapangan.
“Sekarang kita bisa benar-benar melihat apa yang mereka maksud dan memahami nilai ilmiahnya,” katanya.
Data ini akan menjadi dasar penting untuk misi lanjutan, termasuk rencana membangun kehadiran manusia di Bulan sebelum menuju Mars.
Kembali ke Bumi
Setelah menuntaskan lebih dari separuh perjalanan, Artemis II kini dalam fase pulang. NASA menargetkan kapsul Orion mendarat di lepas pantai San Diego pada 10 April 2026.
Seluruh proses kepulangan akan disiarkan langsung melalui kanal digital NASA hingga kru dievakuasi ke kapal pemulihan.
Pemandangan Bumi “tenggelam” ini mengingatkan pada foto legendaris “Earthrise” karya Bill Anders dalam misi Apollo 8.
Saat itu, Apollo 8 menjadi misi berawak pertama yang mengelilingi Bulan. Kini, Artemis II melanjutkan tonggak tersebut—dengan teknologi lebih maju dan target lebih ambisius: kembali ke Bulan, lalu melompat lebih jauh ke Mars. ***














