BYD Atto 1 Generasi Kedua Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 160 Jutaan dan Isi Daya Cuma 5 Menit

BYD Atto 1 Generasi kedua

MAKLUMAT — BYD Seagull atau BYD Atto 1 generasi kedua resmi meluncur di China, Selasa (20/10/2026). Mobil listrik hatchback ini hadir dengan dimensi yang lebih besar, konfigurasi lima penumpang, baterai Blade generasi kedua, serta teknologi pengisian daya cepat. Flash Charging yang diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit.

BYD Seagull generasi terbaru dipasarkan dalam lima varian dengan harga mulai 65.900 yuan hingga 99.900 yuan. Harga tersebut setara sekitar Rp160 juta hingga Rp245 juta jika menggunakan asumsi kurs Rp2.450 per yuan. Namun, harga tersebut merupakan harga resmi di pasar China, bukan harga jual di Indonesia.

Mengutip laporan CarNewsChina, peluncuran berlangsung di Zhengzhou, Provinsi Henan, China. BYD menghadirkan sejumlah pembaruan untuk memperkuat daya saing Seagull di tengah persaingan mobil listrik berukuran kecil, terutama menghadapi Geely EX2 yang mencatat penjualan tinggi di pasar domestik China.

Harga BYD Seagull Generasi Kedua

BYD menawarkan lima varian Seagull generasi kedua dengan rentang harga yang menyasar konsumen mobil listrik terjangkau.

Varian Harga di China Setara rupiah*
Vitality Edition 65.900 yuan Rp 161,5 juta
Freedom Edition 72.900 yuan Rp 178,6 juta
Ease Edition 75.900 yuan Rp 185,9 juta
Flight Edition 82.900 yuan Rp 203,1 juta
Smart Edition 99.900 yuan Rp 244,8 juta

Sumber: CarNewsChina. Konversi menggunakan asumsi Rp2.450 per yuan, dibulatkan, dan belum termasuk pajak, biaya impor, distribusi, serta biaya lain jika dipasarkan di Indonesia.

Harga awal Seagull generasi kedua turun 4.000 yuan dibandingkan generasi sebelumnya yang dipasarkan mulai 69.900 yuan. Penurunan harga ini menjadi salah satu strategi BYD untuk mempertahankan daya saing di segmen mobil listrik kompak.

Dimensi Lebih Besar, Kini Muat Lima Penumpang

BYD Seagull terbaru mengalami peningkatan dimensi yang cukup signifikan. Mobil ini memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm.

Sebagai perbandingan, model sebelumnya memiliki panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.540 mm, dan jarak sumbu roda 2.500 mm.

Dengan demikian, panjang bodi bertambah 425 mm dan jarak sumbu roda meningkat 150 mm. Perubahan tersebut memungkinkan BYD meningkatkan kapasitas kabin dari empat menjadi lima penumpang.

Kapasitas penyimpanan juga bertambah. Mobil ini memiliki bagasi depan atau frunk berkapasitas 94 liter, sedangkan kapasitas bagasi belakang dapat mencapai 1.380 liter ketika kursi belakang dilipat.

Eksteriornya mempertahankan bahasa desain Marine Aesthetics dengan tampilan sporty dan lampu posisi bergaya trisula. Konsumen di China dapat memilih enam warna, yakni Lime Green, Berry Pink, Cream White, Mango Orange, Ice Coconut Blue, dan Sesame Grey.

Kokpit Digital dengan Layar 15,6 Inci

Di bagian interior, BYD memperbarui desain dasbor dengan tata letak horizontal dan material yang lebih premium. Kabin dilengkapi sistem kokpit pintar DiLink 150 yang berpusat pada layar sentuh berukuran 15,6 inci serta dukungan teknologi kecerdasan buatan DeepSeek.

Fitur kenyamanan yang ditawarkan meliputi kursi pengemudi dengan pengaturan elektrik enam arah dan kursi penumpang depan dengan pengaturan elektrik empat arah.

Kedua kursi depan juga mendapatkan fitur pemanas dan ventilasi tiga tingkat. Khusus pengemudi, tersedia fungsi pijat dengan beberapa mode.

Fitur lainnya mencakup pengisian daya ponsel nirkabel 50 watt, pencahayaan kabin dengan 127 pilihan warna, serta sistem audio delapan speaker.

Pembaruan tersebut menunjukkan bahwa BYD tidak hanya memperbesar bodi Seagull, tetapi juga meningkatkan kelengkapan fitur untuk menarik konsumen yang menginginkan mobil listrik kompak dengan teknologi modern.

Baterai Blade 2.0, Jarak Tempuh hingga 420 Km

BYD Seagull generasi kedua menggunakan baterai Blade generasi kedua dengan dua pilihan kapasitas, yakni 30,1 kWh dan 39,2 kWh.

Berikut spesifikasi utama sistem penggeraknya:

Spesifikasi Varian baterai 30,1 kWh Varian baterai 39,2 kWh
Daya motor 85 kW (114 hp) 95 kW (127 hp)
Torsi 130 Nm 130 Nm
Jarak tempuh CLTC 320 km 420 km
Flash Charging Tidak tersedia Tersedia

Jarak tempuh tersebut menggunakan standar pengujian CLTC yang berlaku di China. Angka penggunaan nyata dapat berbeda bergantung pada kondisi jalan, kecepatan, cuaca, penggunaan pendingin kabin, dan gaya berkendara.

Khusus tiga varian teratas yang menggunakan baterai 39,2 kWh, BYD menawarkan teknologi Flash Charging. Menurut klaim perusahaan, pengisian baterai dari 10 persen hingga 70 persen dapat dilakukan dalam lima menit pada stasiun pengisian yang kompatibel.

BYD juga mengembangkan kemampuan pengisian daya untuk mengurangi waktu tunggu pengguna. Namun, pencapaian waktu pengisian tersebut bergantung pada infrastruktur, suhu baterai, dan kondisi pengisian.

Untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, Seagull generasi kedua menggunakan suspensi belakang independen multi-link dan memiliki radius putar 4,95 meter.

Dilengkapi LiDAR dan Sistem Bantuan Mengemudi

Fitur teknologi menjadi salah satu pembaruan penting pada BYD Seagull generasi kedua. Mobil ini menawarkan sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 atau God’s Eye yang menggunakan teknologi LiDAR pada konfigurasi tertentu.

Sistem tersebut mendukung fitur bantuan navigasi berkendara di perkotaan dan jalan tol, pengenalan lampu lalu lintas beserta hitung mundurnya, serta kemampuan menghindari rintangan dalam berbagai skenario.

Dari sisi keselamatan, BYD menyematkan struktur bodi bergaya sangkar dengan konstruksi sepuluh bagian horizontal dan empat bagian vertikal, hingga enam airbag, serta sistem stabilisasi ketika terjadi pecah ban.

Meski demikian, fitur bantuan mengemudi tidak menggantikan tanggung jawab pengemudi. Ketersediaan fitur dan batas penggunaannya juga bergantung pada varian serta kondisi operasional kendaraan.

BYD Seagull Hadapi Tekanan dari Geely EX2

Peluncuran generasi kedua Seagull berlangsung ketika persaingan mobil listrik kompak di China semakin ketat.

Menurut data yang dikutip CarNewsChina, penjualan global BYD Seagull pada Januari–September 2026 mencapai sekitar 266.000 unit, turun 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di pasar China, penjualannya tercatat sekitar 83.600 unit, merosot 66 persen secara tahunan.

Salah satu pesaing utamanya adalah Geely EX2 atau Xingyuan. Model tersebut mencatat penjualan sekitar 310.000 unit di China selama Januari–September 2026, melampaui Tesla Model Y yang mencapai sekitar 277.000 unit.

Kehadiran Geely EX2 menambah tekanan bagi BYD di segmen mobil listrik berukuran kecil. Karena itu, Seagull generasi kedua membawa kombinasi harga lebih rendah, kabin lebih luas, fitur bantuan mengemudi, dan teknologi pengisian daya cepat.

BYD berharap pembaruan tersebut dapat memperkuat kembali posisi Seagull di pasar mobil listrik China. Adapun peluang pemasaran model terbaru ini di luar China, termasuk Indonesia, masih perlu menunggu kepastian mengenai jadwal peluncuran, spesifikasi yang akan ditawarkan, dan harga resmi di masing-masing negara.***