MAKLUMAT– Ledakan dan suara pesawat tempur membangunkan warga Caracas, beberapa menit setelah pukul Sabtu (3/1/2026) 01.50 dini hari waktu setempat. Getaran terasa di berbagai titik ibu kota Venezuela. Grup WhatsApp di seluruh negeri langsung ramai.
Caracaschronicles melaporkan, dalam rentang waktu 01.50 hingga 03.00 dini hari, Amerika Serikat melancarkan serangan strategis ke sejumlah target utama di Caracas. Pangkalan militer Fuerte Tiuna dihantam dari udara. Serangan juga menyasar pangkalan udara La Carlota di pusat kota, antena telekomunikasi di Gunung El Volcán, serta sejumlah titik vital lainnya.
Serangan tambahan terjadi di La Guaira, kota pelabuhan terdekat dari Caracas. Rekaman warga memperlihatkan ledakan besar di kawasan gudang pelabuhan.
Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump menyebut keduanya diterbangkan keluar dari Venezuela menggunakan helikopter.
AS Akui Bertanggung Jawab
Serangan ini bukan kudeta internal. Pemerintah Amerika Serikat mengklaim bertanggung jawab penuh. Trump mengumumkan langsung operasi tersebut dalam konferensi pers.
“Kita akan menjalankan negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump. “Kita tidak ingin terlibat dengan orang lain yang masuk dan mengalami situasi yang sama seperti yang kita alami selama periode panjang terakhir.”
Trump juga menyinggung peran Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez. Ia mengatakan Delcy “dipilih langsung oleh Maduro dan diangkat,” sebelum mengakui adanya jalur komunikasi langsung antara Caracas dan Washington.
Trump mengutip pernyataan Delcy kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Menurut Trump, Delcy menyatakan akan melakukan apa pun yang dianggap perlu oleh AS dan mengaku “tidak punya pilihan” dalam kondisi saat ini.
“Kita akan bekerja sama dengan orang-orang yang bersedia melakukan apa yang diperlukan,” ujar Trump.
Soal pemimpin oposisi María Corina Machado, Trump mengatakan AS belum menghubunginya. Ia menambahkan, “Saya pikir akan sangat sulit baginya untuk menjadi pemimpin. Dia tidak memiliki dukungan atau rasa hormat di dalam negeri, dia wanita yang baik tetapi tidak memiliki rasa hormat.”
Target Serangan AS
Di Caracas, jet-jet AS membombardir kompleks militer Fuerte Tiuna, markas Departemen Pertahanan dan para petinggi militer Venezuela.
Pangkalan udara Generalísimo Francisco de Miranda atau La Carlota juga menjadi sasaran. Lokasi pangkalan ini berada di tengah kawasan padat penduduk dan dikelilingi jalan raya utama.
Serangan lain menghantam bandara di Higuerote, Negara Bagian Miranda. Antena komunikasi di El Volcán, Caracas timur, turut diserang, diduga untuk melumpuhkan sistem komunikasi.
Markas besar Milisi Bolivarian di Caracas juga terkena serangan. Lokasinya sekitar 500 meter dari Cuartel de la Montaña, mausoleum Hugo Chávez.
Di wilayah pesisir, AS menyerang pelabuhan La Guaira. Rekaman memperlihatkan ledakan susulan di gudang yang dibom. Laporan lain menyebut serangan di Carmen de Uria dan pangkalan angkatan laut Mamo dekat Bandara Maiquetía.
Pemerintah Maduro juga melaporkan serangan di Negara Bagian Aragua. Sementara itu, Valencia dan Puerto Cabello tidak diserang. Maracaibo dilaporkan relatif tenang.
Warga Caracas mulai mengantre membeli bensin dan bahan makanan. Polisi menjaga supermarket untuk mencegah penjarahan. Transportasi umum dihentikan. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah.
Gedung Putih memposting ulang unggahan Trump di Truth Social yang mengonfirmasi evakuasi Maduro. Spekulasi muncul sekitar pukul 04.00 pagi, dua jam setelah serangan dimulai.
Trump kemudian menulis bahwa Nicolás Maduro dan Cilia Flores telah ditangkap dan sedang “diterbangkan keluar” dari Venezuela menuju Kapal Induk Iwo Jima.
Tak lama setelah itu, Delcy Rodríguez merilis pesan audio. Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan Maduro dan Flores. Ia meminta Trump menunjukkan bukti bahwa keduanya masih hidup.
Elit Chavista Muncul
Diosdado Cabello muncul dalam sebuah video dari jalanan Caracas. Ia mengenakan seragam militer dan membawa senjata. Alexander Granko dan Douglas Rico terlihat mendampinginya.
Pesan Cabello singkat: rezim masih memegang kendali dan meminta warga tetap tenang.
Media Spanyol The Objective melaporkan Delcy Rodríguez berada di Rusia, laporan yang kemudian dikutip Reuters. Namun Laura Loomer dan Telesur menyebut Delcy berada di Caracas.
Jorge Rodríguez, ketua parlemen pro-Chavista, belum muncul ke publik. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino berada di Venezuela dan menjadi pejabat pertama yang memberi keterangan soal serangan oleh “pasukan penyerang”.
Hingga pukul 10 pagi, kubu Chavista menyerukan pendukung untuk berkumpul di alun-alun sebagai bentuk dukungan. Saksi mata juga melaporkan keberangkatan jet F-16 dari pangkalan udara Maracay dengan tujuan yang belum diketahui.
Delcy Tegaskan Maduro Masih Presiden
Pada pukul 14.29, Delcy Rodríguez menggelar konferensi pers bersama para petinggi Chavista, termasuk Jorge Rodríguez, Tarek William Saab, Yvan Gil, Caryslia Rodríguez, dan Diosdado Cabello. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino turut hadir.
Delcy menegaskan Nicolás Maduro masih menjabat sebagai presiden. Ia membantah klaim Trump yang menyebut dirinya mengambil alih kekuasaan.
Militer Venezuela terlihat terkejut. Tidak ada laporan pesawat AS yang ditembak jatuh. Kecepatan evakuasi Maduro menunjukkan penangkapan terjadi sebelum pesawat AS memasuki lembah Caracas.
Belum ada laporan pertempuran terbuka antara militer Venezuela dan pasukan AS. Beberapa perwira militer dilaporkan terluka dan dirawat di rumah sakit militer Caracas.
Laporan dari Caracas barat menyebut kelompok bersenjata pro-rezim menguasai sejumlah wilayah. Jalanan tetap sepi. Rezim juga menyebarkan narasi soal penertiban dan pemburuan pengkhianat.
Oposisi Sambut Serangan
Sumber internal menyebut María Corina Machado dan timnya tidak mengetahui rencana serangan tersebut. Tidak ada laporan tokoh oposisi dibebaskan atau dibunuh.
Machado merilis pernyataan optimistis. Ia menyambut serangan udara dan menyebut bahwa setelah Maduro menolak bernegosiasi, “AS telah memenuhi janjinya.”
Ia kembali menegaskan dukungan kepada presiden terpilih Edmundo González Urrutia, pemenang telak pemilu 2024. González menulis, “Rakyat Venezuela, ini adalah saat-saat yang menentukan untuk operasi besar rekonstruksi bangsa kita.”
Sekitar 10 orang dilaporkan tewas sejauh ini. Mayoritas korban berasal dari kalangan personel militer. Tidak ada laporan kredibel mengenai korban dari lingkaran inti kepemimpinan rezim.***