20.7 C
Malang
Senin, Juni 17, 2024
KilasDemokrat Galau, PKS Tegaskan Tetap Dukung Anies Baswedan

Demokrat Galau, PKS Tegaskan Tetap Dukung Anies Baswedan

Ketua DPP PKS Almuzammil Yusuf.

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan tetap mengusung Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres) meski dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Bacawapres.

Hal itu ditegaskan Ketua DPP PKS yang juga anggota Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Almuzammil Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8/2023), yang mencakup empat butir penegasan sikap.

Pertama, PKS menghormati bahwa setiap partai politik memiliki hak dan kedaulatan dalam menentukan sikap politiknya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari titik temu dalam koalisinya, tetapi belum memperoleh hasil yang diinginkan bersama.

Kedua, sampai hari ini kami tetap merujuk kepada keputusan Musyawarah Majelis Syuro (MMS) VIII bahwa PKS secara resmi mendukung dan mengusung Saudara Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden Republik Indonesia pada pemilihan presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2024.

”Oleh karena itu, PKS tetap pada keputusan MMS VIII tersebut. Dan kami akan berjuang sebaik-baiknya dalam menjalankan amanah tersebut,” terang Almuzammil.

Ketiga, lanjut Almuzammil, PKS berpegang kepada kesepakatan sebelumnya di dalam piagam KPP, untuk memasrahkan penentuan dan keputusan terkait Bacawapres kepada Anies Baswedan.

“Keempat, kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia agar pemilu tahun 2024 mendatang berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Dengan tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, diketahui PKB telah bergabung dalam KPP dengan kesepakatan untuk mengusung duet Capres-Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, dengan tagline AMIN (Anies-Muhaimin).

Atas hal itu, Partai Demokrat telah memutuskan untuk mengakhiri kerjasama politik dalam KPP, sehingga anggota koalisi tersisa adalah Partai Nasdem, PKS dan PKB.

Melalui Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai bahwa Partai Demokrat telah dikhianati dengan terbentuknya duet Anies-Muhaimin.

Kendati demikian, sikap Partai Demokrat masih belum menentu. Masih galau. SBY menyebut pihaknya belum akan menentukan keputusan untuk berlabuh kemana dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

“Saya minta kita bisa berpikir lebih tenang, sehingga menghasilkan keputusan yang terbaik, maka keputusan-keputusan terkait seperti apa, kemana Partai Demokrat kedepan, tidak akan diputuskan dalam waktu dekat,” kata SBY dalam Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat yang disiarkan secara terbuka, Jumat (1/8/2023). (*)

Reporter: Ubay NA

Editor: Aan Hariyanto

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer