Di Balik Video Pengungsi Gaza Tersenyum, Para Ibu Masih Berjuang Tenangkan Anak-anak yang Kelaparan

MAKLUMAT — Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman menyoroti beredarnya video-video yang memperlihatkan pengungsi menerima makanan gratis di tengah reruntuhan Gaza, Palestina.

Melalui akun X pribadinya @dina_sulaeman pada Senin (23/2/2026), ia menilai tayangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi warga yang masih dilanda kelaparan. Dina menyebut informasi itu bersumber dari akun X @Tamer_Alnoaizy yang berada langsung di Gaza.

“Dalam beberapa hari terakhir, video-video telah tersebar yang menunjukkan meja-meja makanan gratis yang didirikan di antara reruntuhan Gaza,” ujarnya.

“Pemandangan tampak indah. Anak-anak tersenyum, para pengungsi tampak senang menerima makanan enak setelah lama menderita kelaparan hebat,” imbuhnya.

Namun, Dina menyebut video-video tersebut hanya menampilkan sebagian kecil dari kenyataan di lapangan. Ia menjelaskan, kamera kerap merekam puluhan hingga beberapa ratus orang yang menerima makanan.

Sementara itu, masih terdapat ratusan ribu pengungsi yang tidak mendapat apa pun. Bahkan, mereka yang terekam menerima bantuan biasanya hanya memperoleh satu kali makan saat pengambilan gambar berlangsung, bukan bantuan rutin seperti yang mungkin dibayangkan penonton.

“Yang difilmkan seringkali hanya puluhan atau mungkin beberapa ratus orang yang menerima makanan, sementara ratusan ribu pengungsi tidak menerima apa pun,” katanya.

Baca Juga  Ketua MPR Ahmad Muzani: Ide Trump Sama Saja Mengusir Rakyat Palestina dari Tanah Airnya

Dina menambahkan, hingga kini banyak keluarga masih bertahan di tenda-tenda darurat. Mereka mengandalkan persediaan makanan kaleng, jika masih bisa ditemukan.

Di balik kamera, terdapat antrean panjang warga yang menunggu bantuan. Tidak sedikit anak yang kembali ke tenda tanpa membawa makanan, sementara para ibu berusaha menenangkan anak-anak mereka yang kelaparan.

“Kebenaran yang menyakitkan adalah bahwa bantuan masih belum menjangkau semua orang, dan banyak orang masih berjuang setiap hari hanya untuk mencari sesuatu untuk dimakan,” tandasnya.​