MAKLUMAT — Menyikapi persoalan sampah di Bali, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Bali, Edo Dones menegaskan bahwa penyelesaian krisis sampah tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan TPA baru. Dibutuhkan langkah sistematis, realistis, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Langkah pertama yang perlu diperkuat adalah penyediaan fasilitas pemilahan dari sumber yang mudah diakses oleh warga,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Ahad (12/4/2026).
Selain itu, pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya tempat sampah terpilah di kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga titik-titik strategis kota, sehingga masyarakat tidak dibebani oleh sistem yang belum siap.
Edo Dones juga mendorong pembentukan sistem pengangkutan berbasis pemilahan, di mana sampah organik dan anorganik diangkut secara terpisah sejak dari tingkat rumah tangga. Hal ini penting agar upaya masyarakat dalam memilah tidak menjadi sia-sia karena tercampur kembali pada tahap pengangkutan.
“Untuk mempermudah implementasi di lapangan, penerapan jadwal pengambilan sampah dapat berbasis sistem ganjil-genap. Hari ganjil diperuntukkan bagi sampah yang sulit didaur ulang, sementara hari genap untuk sampah organik. Skema ini lebih sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa efisiensi sampah harus dimulai dari hulu, yaitu dengan mengurangi aktivitas yang menciptakan sampah itu sendiri, bukan hanya fokus pada pengelolaan di akhir. Kesadaran untuk membatasi penggunaan barang sekali pakai serta membangun kebiasaan sederhana menjadi langkah nyata yang perlu dilakukan bersama.
Edo Dones menekankan pentingnya edukasi publik yang sederhana, masif, dan konsisten, dengan pendekatan yang membumi dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi tidak cukup bersifat imbauan, tetapi harus menjadi gerakan bersama.
“Jika sistem dipermudah, fasilitas disiapkan, dan kesadaran dibangun bersama, maka masyarakat maupun pemerintah sebagai stakeholder yang bertanggung jawab tidak akan kesulitan dalam mengeliminasi sampah,” ujarnya.













