English Camp SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Perkuat Bahasa Inggris Siswa Lewat Gamified Learning

English Camp SD Muhammadiyah 24 Surabaya. (Foto: Dini/ IST)

MAKLUMAT — Sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas Bahasa Inggris dengan menerapkan model pembelajaran secara konstektual, Sekolah Karakater SD Muhammadiyah 24 Surabaya menyelenggarakan English Camp di Kebun Bibit Wonorejo, Kota Surabaya, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas bilingual dari jenjang kelas 2 hingga 6. Dengan kombinasi model dan media pembelajaran kreatif, agenda tersebut berhasil menarik perhatian sekaligus meningkatkan antusias siswa dalam belajar Bahasa Inggris.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh siswa dibagi dalam kelompok berdasarkan jenjang kelas. Untuk kelas 2 terdiri dari 7 tim, sedangkan kelas 3 dan 4 terbagi menjadi 6 tim. Masing-masing tim menggunakan nama hewan dalam Bahasa Inggris sebagai bagian dari pengenalan fauna lokal maupun internasional, seperti Cow, Cat, Chicken, Tiger, Cheetah, Eagle, Lion, Goat, Butterfly, Bee, Wolf, Trex, hingga Monkey.

Lebih lanjut, konsep pembelajaran yang diterapkan mengadopsi Gamified Learning, yakni metode pembelajaran berbasis permainan yang dirancang untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Dalam konsep tersebut, siswa belajar secara berkelompok melalui permainan yang disertai materi.

Untuk kelas 2, permainan yang diberikan berupa Match The Colour and The Fruit, Animal and Nature, Arrange The Animal and Fruits, serta Animal Puzzle. Seluruh permainan dilakukan per tim dengan konsep kompetisi sehingga masing-masing kelompok berlomba mengumpulkan skor.

Baca Juga  Tiga Hal Penting yang Harus Dijamin untuk Kesejahteraan Bangsa: Pendidikan, Kesehatan, Lapangan Kerja

Azzam, siswa kelas 2 Cheerful, mengaku kegiatan tersebut sangat menyenangkan meskipun penuh tantangan. Namun, semangat menyelesaikan tantangan membuahkan hasil berupa perolehan bintang.

“English Camp ini sangat seru, banyak kuis yang diberikan seperti puzzle dan menyusun kata, meski harus lari-larian mengejar waktu, alhamdulillah tim saya mendapat skor bintang yang memuaskan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kelas 3 dan 4 permainan terdiri dari Time Talker dan Activity Card. Time Talker merupakan permainan menentukan dan menyebutkan waktu melalui media jam dinding, dengan arah jarum jam yang sudah ditentukan pemandu sebagai tantangan.

Sedangkan Activity Card merupakan permainan menyusun kalimat dari kata-kata acak menjadi kalimat sempurna. Media yang digunakan berupa kertas berwarna, dengan setiap lembar berisi satu kata dalam Bahasa Inggris. Dalam tantangannya, seluruh tim harus menyusun kalimat dengan durasi waktu yang telah ditentukan.

Di akhir kegiatan, panitia memberikan reward berupa pin karakter kepada kelompok terbaik. Tim Wolf meraih kategori The Most Discilined Group, tim Cheetah kategori The Neatest and Cleanest Group, tim Goat kategori The Most Active Group, dan tim Bee kategori Best Chant.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal istilah Bahasa Inggris, tetapi juga membangun strategi menghafal secara cepat dan tepat. Hal ini sejalan dengan Ella Mafruchani SPd Gr, yang menuturkan bahwa output kegiatan tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa sehingga mampu diterapkan dalam komunikasi sehari-hari.

Baca Juga  RBB Al-Farabi: Ruang Belajar Gratis sebagai Gerakan Pendidikan IMM UINSA

“Diselenggarakannya English camp ini, kami berharap semua siswa yang mengikuti bisa menerapkan dan menampilkan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan tetap berkarakter islam,” tandasnya.