Gempa Bumi Panama M 7,7 Berlangsung Satu Menit, 4,6 Juta Warga Disergap Kepanikan

Gempa Bumi Panama

MAKLUMAT — Gempa bumi Panama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah selatan negara itu pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 12.56 waktu setempat atau Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB. Guncangan merusak bangunan, meruntuhkan sejumlah ruas jalan, dan membuat jutaan warga berhamburan menyelamatkan diri.

Gempa tersebut juga diikuti lebih dari 40 gempa susulan dalam beberapa jam setelah kejadian. Meski kerusakan dilaporkan di sejumlah wilayah, laporan awal menyebut belum ada korban jiwa dalam jumlah besar. Kondisi korban dan tingkat kerusakan masih memerlukan konfirmasi dari laporan resmi.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada kedalaman 12,6 kilometer. Episentrum berada di kawasan berpenduduk jarang, sekitar 200 kilometer dari Panama City, ibu kota Panama. Guncangan dilaporkan berlangsung sekitar satu menit.

Di Panama City, warga bergegas keluar dari gedung-gedung pencakar langit. Kepanikan juga terjadi di Penonome, Provinsi Cocle, ketika bangunan berguncang dan warga berusaha menyelamatkan diri.

Salomon Andion, 46 tahun, mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa guncangan terasa sangat kuat dan berlangsung lama. Ia mengevakuasi diri dari gedung tempat tinggalnya yang memiliki 15 lantai.

“Saya ketakutan karena guncangannya sangat kuat dan berlangsung lama. Benda-benda berat seperti lemari, tempat tidur, dan semua peralatan dapur berguncang,” ujar Andion seperti dilansir The Guardian.

Presiden Panama Jose Raul Mulino menyebut negaranya sedang menghadapi bencana besar. Ia mengatakan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah hingga runtuh sepenuhnya.

Baca Juga  Bencana Ekologis: Korupsi Struktural di Balik Krisis Agraria

Di Penonome, sebuah katedral dan gedung kantor gubernur dilaporkan runtuh. Video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan air meluap dari kolam renang di atap sebuah gedung bertingkat lebih dari 20 lantai.

Rekaman lain menunjukkan sebuah jembatan di atas Terusan Panama berguncang hebat ketika kendaraan melintas. Jembatan tersebut terlihat tetap berdiri.

Juana Alveo, kasir berusia 38 tahun di Penonome, menggambarkan gempa itu sebagai pengalaman mengerikan. Ia mengatakan putrinya sempat terjebak di sekolah ketika guncangan terjadi.

Gempa Bumi Panama, Terusan Tetap Beroperasi

Di tengah kerusakan akibat gempa bumi Panama, sejumlah fasilitas strategis dilaporkan tetap beroperasi. Terusan Panama dan tambang tembaga Cobre Panama menyatakan kegiatan operasional berjalan normal.

Bandara Internasional Tocumen juga kembali melayani penerbangan setelah sempat menghentikan sementara aktivitasnya untuk pemeriksaan keamanan fasilitas.

Namun, dampak gempa masih dirasakan masyarakat. Perusahaan penyedia listrik Naturgy melaporkan pemadaman listrik di enam provinsi. Gangguan tersebut turut memengaruhi sejumlah fasilitas pengolahan air bersih.

USGS memperkirakan sekitar 43.000 warga Panama tinggal di wilayah yang mengalami paparan guncangan setidaknya pada tingkat berat. Lembaga tersebut juga memperkirakan potensi kerugian ekonomi mencapai 1–10 persen dari produk domestik bruto (PDB) Panama.

Baca Juga  Filipina dan Vietnam Dihantam Topan, Ratusan Ribu Orang Jadi Korban

Di kawasan bisnis Panama City, para pekerja kantoran menghadapi kesulitan untuk pulang akibat kemacetan setelah gedung-gedung dievakuasi.

Juan Sanchez, pegawai Kementerian Perekonomian berusia 37 tahun, mengaku tidak yakin bus yang ditunggunya akan datang.

“Semua gedung ini dievakuasi. Semua orang berada di luar. Sekarang masalahnya, bagaimana kami bisa pulang?” katanya.

Direktur Institut Geosains Nasional Panama, Nestor Luque, mengatakan dirinya merasakan getaran selama sekitar 40 detik. Namun, durasi guncangan di wilayah lain kemungkinan lebih lama.

Gempa kuat tergolong jarang terjadi di Panama. Sejumlah warga lanjut usia terlihat menangis ketika menyelamatkan diri ke jalanan.

Pemerintah Panama sebelumnya  dijadwalkan menggelar latihan evakuasi nasional pada Senin (12/10/2026) untuk menguji kesiapsiagaan dan kemampuan respons darurat. Namun gempa bumi terlebih dulu mengguncang negeri berjuluk Puente del Mundo aliasJembatan Dunia karena terdapat terusan Panama.***