Gempa Bumi M4,9 Guncang Sangihe, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

gempa bumi guncang Sangihe

MAKLUMAT – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Rabu (22/7/2026) pukul 01.33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., mengatakan episenter gempa berada di koordinat 5,70 derajat Lintang Selatan (LS) dan 125,42 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 211 kilometer barat laut Pulau Karatung dengan kedalaman 30 kilometer.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Dr. Wijayanto dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Gempa Dipicu Deformasi Batuan

Dr. Wijayanto menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dasar laut.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar naik geser (oblique thrust fault),” ujarnya.

Getaran Terasa di Dua Wilayah

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk besar yang melintas.

Baca Juga  Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Tersebar hingga 7.000 Kaki, Sejumlah Bandara Kembali Dibuka

Sementara itu, di Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Belum Terjadi Gempa Susulan

Hingga pukul 01.50 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Dr. Wijayanto menegaskan BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut dan menyampaikan informasi terbaru apabila terjadi perubahan kondisi.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman serta hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.

“Pastikan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun InaTEWS,” kata Dr. Wijayanto.***