MAKLUMAT — Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan amanat penting dari kiai sepuh terkait pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Dalam safari Lebaran 1447 H ke Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026), Gus Yahya mengungkapkan pesan dari KH Nurul Huda Djazuli agar muktamar digelar di Pesantren Lirboyo, Kediri.
“Beliau menyampaikan harapan agar Muktamar ke-35 NU bisa dilaksanakan di Lirboyo,” ujar Gus Yahya di Jakarta, dikutip Selasa (31/3/2026).
Gus Yahya menegaskan kunjungannya ke para kiai sepuh bukan sekadar silaturahim, tetapi juga bagian dari ikhtiar meminta arahan menjelang muktamar.
“Kami sowan untuk memohon nasihat dan pandangan para kiai sepuh terkait arah jam’iyah ke depan,” jelasnya.
Dalam rangkaian safari tersebut, Gus Yahya mengunjungi sejumlah pesantren besar. Ia menemui KH Anwar Manshur di Lirboyo, KH Fuad Nur Hasan di Sidogiri, serta KH Idris Hamid di Bayt Al-Hikmah, Pasuruan. Langkah ini memperlihatkan upaya serius PBNU dalam membangun konsolidasi menjelang forum tertinggi organisasi.
Pesan agar Muktamar ke-35 digelar di Lirboyo punya bobot simbolik kuat. Lirboyo adalah representasi otoritas pesantren tradisional NU. Jika lokasi ini dipilih, NU seperti menegaskan kembali identitasnya di tengah dinamika modernisasi organisasi.
Sedangkan gaya komunikasi Gus Yahya yang menekankan “memohon nasihat” menunjukkan pendekatan kultural tetap menjadi fondasi kepemimpinan PBNU. Ini penting untuk menjaga legitimasi di tengah potensi tarik-menarik kepentingan menjelang muktamar.
Artinya, kutipan tersebut bukan sekadar pelengkap berita, melainkan penegas arah politik-organisasi NU yang sedang dibangun secara hati-hati dan berbasis restu ulama.













