Haji 2026 Aman dari Hantavirus, Saudi Minta Jemaah Tak Panik dan Tetap Jaga Kesehatan

jemaah haji

MAKLUMAT – Pemerintah Arab Saudi memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap aman dari ancaman wabah Hantavirus. Dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (22/5/2026) malam, Otoritas Kesehatan Masyarakat Saudi atau Weqaya menyebut risiko masuknya virus tersebut ke wilayah kerajaan berada pada level sangat rendah.

Kepastian itu disampaikan setelah muncul kekhawatiran global menyusul wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Korban terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman.

Pemerintah Saudi bergerak cepat dengan memperkuat pengawasan kesehatan serta memantau perkembangan wabah bersama lembaga kesehatan internasional. Saudi menilai sistem mitigasi kesehatan yang dimiliki saat ini cukup kuat untuk mencegah penyebaran penyakit menular selama musim haji berlangsung.

Weqaya menegaskan Saudi telah menyiapkan sistem peringatan dini, pengawasan epidemiologi, kontrol kesehatan lingkungan, pemantauan keamanan pangan, hingga pengawasan ketat di pintu masuk negara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan Saudi menyambut jutaan jemaah haji dari berbagai negara pada musim haji 1447 Hijriah.

Meski meminta jemaah tetap tenang, dan tidak panik pemerintah Saudi tetap mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pribadi selama berada di Tanah Suci. Hantavirus diketahui memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi dan hingga kini belum memiliki pengobatan khusus yang berlisensi.

Baca Juga  Tarif Kursi Roda di Masjidil Haram Terungkap, Jemaah Diminta Waspadai Jasa Abal-abal

Namun otoritas kesehatan Saudi menegaskan penularan virus antar manusia sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan pada kasus tertentu dengan kontak erat berkepanjangan. Kondisi ini membuat pemerintah Saudi optimistis pelaksanaan haji 2026, terutama jelang Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) tetap berjalan aman dan terkendali.