MAKLUMAT — Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda ke-60 Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), pada Sabtu (4/7/2026).
Hadir mewakili Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Hanif menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Inovasi Artificial Intelligence sebagai Pilar Ketahanan Pangan Generasi” di hadapan 271 wisudawan dan wisudawati UMPO.
Hanif menegaskan bahwa kedaulatan pangan merupakan fondasi yang sangat krusial bagi sebuah negara. “Ketahanan pangan adalah bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional,” tegasnya.
Ia menjelaskan, salah satu kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan adalah dengan mendongkrak produksi pertanian dalam negeri. Menurutnya, langkah tersebut sangat mendesak, supaya ketergantungan Indonesia terhadap komoditas pangan dari negara lain (impor) dapat terus dikurangi secara signifikan.
Meski begitu, ia mengaku menyadari bahwa jalan menuju swasembada pangan tersebut dihadapkan pada berbagai kondisi realitas yang tidak mudah di lapangan, mulai dari alih fungsi lahan, sistem distribusi, hingga masalah terkait regenerasi petani.
“Tantangan di bidang pertanian saat ini antara lain terkait alih fungsi lahan, sistem distribusi, regenerasi petani, dinamika demografi,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Lebih jauh, Hanif juga memberikan pesan supaya para lulusan perguruan tinggi alias generasi produktif masa depan mampu mengoptimalkan potensi bonus demografi global.
Dalam kesempatan itu, ia “menantang” para lulusan UMPO untuk bergerak maju dan mengambil peran aktif di sektor ini demi keberlangsungan masa depan bangsa. “Ketahanan pangan agar dijadikan ruang pengabdian, ruang inovasi, melatih keterampilan,” tandasnya.
Hanif menegaskan bahwa urusan pangan tidak hanya menyangkut salah satu bidang atau disiplin ilmu saja, melainkan kolaborasi dari berbagai bidang.
Menurutnya, seluruh lulusan UMPO dari berbagai latar belakang program studi juga dapat dan memiliki kesempatan serta tanggung jawab yang sama untuk membawa perubahan bagi kemajuan sektor pangan.
“Apapun bidang ilmunya, semuanya dapat berkontribusi dalam membangun sistem ekonomi bidang pangan,” tandas Hanif Faisol Nurofiq.
Pesan Rektor UMPO
Di sisi lain, Rektor UMPO Dr Rido Kurnianto MAg mengapresiasi perubahan besar yang terjadi pada diri mahasiswa selama menempuh proses kuliah hingga hari kelulusan. Ia mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati UMPO.
“Tahniah untuk anak-anakku. Selamat para wisudawan, wisudawati 272 hari ini. Kemarin anak-anak kita ini, putra-putri ini, masih manja ke penjenengan. Hari ini kelihatan dewasa,” ucapnya.
“Saatnya kami kembalikan kepada penjenengan (orang tua dan wali mahasiswa), putra-putri ananda ini, ke pangkuan penjenengan. Untuk yang punya suami, anak-anakku saya kembalikan kepada pangkuan istri, dan yang sudah beristri saya kembalikan ke pelukan suami,” kelakar Rido.
Tak cuma itu, dalam kesempatan itu Rido juga memotivasi para lulusan yang bakal melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi maupun mereka yang terjun ke dunia kerja profesional.
“Sukses selalu anak-anakku, jangan berhenti berbenah, jangan berhenti berkarir, untuk yang studi lanjut maupun yang berkarir untuk dunia kerja,” ucapnya.
“Teruslah terbang, terbang teruslah anak-anakku. Seperti elang, elang itu yang berani mematuk tubuhnya itu cuma satu burung, namanya burung gagak. Tetapi elang tidak balik menyerang, biarkan serangan-serangan itu terus bertubi-tubi, halangan itu bertubi-tubi, dijawab oleh elang dengan aksi anak-anakku. Terbang, terbang, dan terbang terus sampai oksigen hampir habis,” tandasnya.
Ia juga berpesan supaya para alumni selalu kokoh menjaga nilai diri dan integritas di mana pun mereka berada. “Teruslah berkarier anak-anakku, jadilah orang berharga. Berharga bermakna layaknya emas. Anak-anakku, emas itu tidak akan berubah, walaupun di tengah lumpur,” pesannya.
“Pulanglah sebagai orang hebat, dan kembalikan ke Kampus UMPO sebagai orang yang bermanfaat,” sambung Rido.













