MAKLUMAT – Pertamina Patra Niaga memastikan harga elpiji non-subsidi 5,5 kg dan 12 kg tidak mengalami perubahan per 1 Juli 2026. Keputusan ini menjaga stabilitas harga gas rumah tangga dan pelaku usaha di seluruh Indonesia sejak penyesuaian tarif terakhir pada 18 April 2026 lalu.
Meskipun secara nasional tidak ada kenaikan, struktur harga di setiap daerah tetap bervariasi karena faktor biaya distribusi dan logistik.
Berikut adalah rincian lengkap harga elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg di berbagai provinsi per Juli 2026:
-Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan:
5,5 kg: Rp 111.000 | 12 kg: Rp 230.000
-Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara:
5,5 kg: Rp 114.000 | 12 kg: Rp 238.000
-DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB):
5,5 kg: Rp 107.000 | 12 kg: Rp 228.000
-Free Trade Zone (FTZ) Batam:
5,5 kg: Rp 100.000 | 12 kg: Rp 208.000 (Tarif terendah)
-Kalimantan Utara (Tarakan):
5,5 kg: Rp 124.000 | 12 kg: Rp 265.000
-Maluku (Ambon) & Papua (Jayapura):
5,5 kg: Rp 134.000 | 12 kg: Rp 285.000 (Tarif tertinggi)
Mengapa Harga Elpiji Menghangat di Daerah Pelosok?
Ketetapan tarif PT Pertamina Patra Niaga per Juli 2026 ini membawa angin segar bagi daya beli masyarakat, khususnya segmen menengah ke atas dan sektor kuliner komersial yang mengandalkan gas non-subsidi. Tidak adanya lonjakan harga ikut meredam efek domino terhadap inflasi sektor pangan di awal semester kedua tahun ini.
Namun, jurang harga yang mencapai hampir 30% antara wilayah Jawa dengan Indonesia Timur (seperti Maluku dan Papua) merefleksikan tantangan logistik nasional yang belum sepenuhnya merata.
Biaya angkut antarpulau dan rantai pasokan ke wilayah terpencil masih membebani harga eceran resmi di tingkat agen. Pemerintah bersama Pertamina perlu terus memperkuat infrastruktur depot elpiji regional agar disparitas harga ini lambat laun dapat terkikis demi asas keadilan energi.














