Hati-Hati!  Tiga Sikap Orang Tua Ini Bisa Jadi “Pembully” Anak Tanpa Disadari

anak

MAKLUMAT — Tidak ada orang tua yang berniat menyakiti anak. Namun, tanpa disadari, pola asuh yang salah justru bisa menjadikan orang tua sebagai “pembully utama” bagi anak, terutama saat mereka memasuki masa remaja. Tekanan mental ini bisa berdampak serius jika terus berlanjut.

Ada tiga hal paling sering membuat orang tua jadi “pembully” anak tanpa sadar:

1. Obsesi Berlebihan pada Prestasi Anak

Banyak orang tua memaksakan cita-cita dan target pada anak. Mereka berharap anak unggul di semua bidang, terutama akademik. Padahal, tidak semua anak punya bakat yang sama. Ada yang kuat di seni, bahasa, olahraga, atau keterampilan teknik, tapi lemah di matematika atau sains.

Ketika orang tua tetap memaksa dan melengkapinya dengan ancaman, anak justru merasa gagal dan terbebani. Ingat, tidak ada anak bodoh. Yang ada, bakat anak berbeda dengan harapan orang tua.

2. Ketidakharmonisan dalam Rumah Tangga

Pertengkaran dan hubungan yang tidak sehat antara ayah dan ibu mudah menular ke anak. Akibatnya, orang tua jadi lebih mudah marah dan tidak toleran. Kesalahan kecil anak bisa dianggap besar, dan itu menambah beban psikologis mereka.

Baca Juga  Kasus Bullying Terjadi Lagi di Surabaya, PSI Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan

3. Pola Asuh Turun-temurun yang Salah

Banyak orang tua meniru pola asuh lama tanpa mempertimbangkan kondisi anak zaman sekarang. Misalnya, terlalu protektif, hanya fokus pada akademik, atau melarang anak berorganisasi. Jika cara itu bertentangan dengan minat anak, mereka akan merasa tertekan dan tidak berkembang.

Orang tua perlu sadar bahwa mendidik anak butuh ilmu. Belajar tentang dunia remaja dan memahami bakat anak sangat penting, agar niat baik tidak berubah jadi tekanan mental yang justru melukai mereka.