MAKLUMAT — Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat riset, inovasi, pengembangan talenta, dan jejaring industri mebel serta kerajinan di kawasan ASEAN.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Lounge HIMKI, Hall 9, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (15/10/2026).
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, mengatakan, kerja sama pendidikan dan industri perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata perusahaan sekaligus memperkuat kemampuan kawasan dalam mengembangkan produk bernilai tambah.
“Indonesia dan Malaysia memiliki kekayaan bahan, keterampilan, tradisi kriya, serta kapasitas pendidikan dan industri yang saling melengkapi. MoU ini dapat menjadi titik awal untuk mempertemukan potensi tersebut. Kita ingin membangun kolaborasi yang manfaatnya dirasakan oleh mahasiswa, akademisi, perajin, dan perusahaan, sekaligus memperkuat posisi industri mebel dan kerajinan ASEAN di pasar global,” ujar Abdul Sobur.
Menurutnya, pengembangan industri tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas produksi dan perluasan pasar. Industri juga membutuhkan dukungan riset, inovasi desain, penguasaan teknologi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan.
HIMKI dan UiTM Jajaki Program Pendidikan dan Riset
MoU tersebut menjadi kerangka kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, pengembangan talenta, serta pertukaran pengetahuan. HIMKI dan UiTM akan menjajaki berbagai program untuk mempertemukan keahlian akademik dengan pengalaman praktis perusahaan anggota HIMKI.
Program potensial tersebut meliputi kuliah tamu oleh praktisi industri, pendampingan dan pelatihan desain, proyek berbasis kebutuhan industri, magang mahasiswa, kunjungan industri, serta peningkatan kapasitas profesional bagi akademisi dan pelaku usaha.
Kedua pihak juga membuka peluang penelitian terapan dan pengembangan bersama di bidang material, proses produksi, kriya, desain, ekonomi sirkular, keberlanjutan, teknologi digital, dan pengembangan pasar.
Bentuk kolaborasi lainnya dapat mencakup seminar, pameran, konferensi, kompetisi inovasi, pelatihan profesional, serta program pengembangan bagi perajin dan komunitas kreatif.
Melalui jejaring HIMKI, perusahaan anggota dapat berkontribusi dalam pembelajaran, berbagi pengalaman praktis, mendampingi mahasiswa, dan mendukung penelitian yang relevan dengan tantangan industri. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja terampil, tetapi juga turut berperan dalam pembentukan kompetensi dan pengembangan talenta masa depan.
UiTM dapat mendukung kerja sama melalui keahlian akademik, peneliti, mahasiswa, fasilitas pendidikan dan penelitian, serta jejaring akademiknya. Sementara itu, HIMKI dapat menghubungkan program dengan perusahaan anggota, praktisi, lingkungan produksi, wawasan pasar, dan pengalaman industri.
Kerja Sama Indonesia-Malaysia untuk Industri Mebel ASEAN
HIMKI memandang kerja sama ini memiliki arti lebih luas daripada hubungan antara satu organisasi industri dan satu perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dapat menjadi awal untuk menghubungkan pelaku usaha, akademisi, desainer, perajin, dan institusi pendidikan di Indonesia dan Malaysia, sekaligus membuka ruang keterlibatan yang lebih luas di kawasan ASEAN.
Abdul Sobur menambahkan, semangat komunitas ASEAN perlu diwujudkan melalui kerja sama yang konkret dan saling menguatkan.
“Kita dapat memulai dari kolaborasi Indonesia dan Malaysia: bertukar pengetahuan, mempertemukan talenta, dan mengembangkan riset maupun produk bersama. Dari langkah awal ini, terbuka peluang membangun kekuatan regional di bidang mebel dan kerajinan, dengan tetap menghormati keunggulan, identitas, dan kepentingan setiap negara,” katanya.
Di tengah perubahan tren desain, tuntutan keberlanjutan, transformasi digital, dan perkembangan preferensi pasar global, industri membutuhkan inovasi yang mampu memadukan kekayaan material dan keterampilan lokal dengan pendekatan desain serta teknologi modern.
Kolaborasi regional dapat memperluas pertukaran pengalaman, memperkaya gagasan desain, dan membuka peluang baru bagi pengembangan produk serta jejaring usaha.
Pelaksanaan MoU Menunggu Penyusunan Program
Agar pelaksanaannya berjalan terarah, HIMKI dan UiTM akan berkoordinasi untuk mengidentifikasi prioritas, menyusun rencana kerja, menentukan penanggung jawab, dan mengevaluasi hasil kegiatan.
Program akan dijalankan berdasarkan kesepakatan kedua pihak dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, kebutuhan peserta, dan persetujuan yang diperlukan.
Penandatanganan MoU ini menjadi landasan awal bagi pengembangan kolaborasi yang lebih konkret antara pendidikan tinggi dan industri. HIMKI berharap kerja sama tersebut memberi manfaat bagi perusahaan anggota, mahasiswa, akademisi, desainer, perajin, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kemitraan ini juga diharapkan menjadi pijakan bagi tumbuhnya jejaring industri mebel dan kerajinan ASEAN yang lebih terhubung dan kompetitif.***











