Iffa Rosita Ajak Pemuda Ambil Peran dalam Penyelenggaraan Pemilu

iffa rosita

MAKLUMAT — Anggota KPU RI Iffa Rosita mengajak generasi muda mengambil bagian dalam penyelenggaraan Pemilu. Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Pemilih Muda yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Jumat (25/9/2026).

Iffa menyebut pemuda memiliki posisi penting dalam keberlangsungan pemilihan di berbagai tingkatan. Ia juga mengingatkan bahwa KPU merupakan lembaga mandiri sehingga penyelenggara pemilu tidak dapat dicampuri oleh pihak lain.

“Anak muda ini adalah bagian paling fundamental untuk keberlangsungan pemilihan dari segala tingkatan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Iffa mengibaratkan KPU sebagai wasit dalam pertandingan. Menurutnya, posisi itu menuntut KPU menjaga proses pemilihan agar tetap berintegritas, termasuk dengan mencegah praktik politik uang yang dapat memengaruhi pilihan masyarakat.

“Money politics ini mencederai demokrasi Indonesia,” ujarnya.

Iffa mengatakan praktik politik uang masih menjadi persoalan dalam pemilu karena dapat memengaruhi makna suara yang diberikan masyarakat. Ia menilai suara yang dibeli membuat idealisme pemilih ikut tercederai dan menciptakan proses politik yang tidak berintegritas.

Ia juga menyoroti keterlibatan anak muda dalam Pemilu dan Pilkada 2024. Menurut Iffa, kelompok muda memiliki porsi besar dalam partisipasi politik, termasuk sebagai pemilih dan peserta kontestasi elektoral. Pada Pemilu 2024, sebanyak 1.473 calon anggota DPR RI atau sekitar 14,85 persen berasal dari kelompok muda.

Baca Juga  KPU Ingatkan Caleg Terpilih: Belum Lapor Harta Kekayaan Terancam Tak Dilantik

“Jangan sampai suara masyarakat yang sudah diberikan kemudian dinilai dengan uang, karena masyarakat itu berdaulat,” jelasnya.

Iffa mengingatkan bahwa prinsip demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Karena itu, keterlibatan pemuda dalam pemilu perlu diarahkan pada partisipasi yang menjaga proses demokrasi tetap berintegritas.

Ia juga menyampaikan bahwa tahapan Pemilu 2029 akan mulai memasuki persiapan pada 2027. Menurutnya, momentum tersebut akan membuka ruang lebih besar bagi anak muda untuk terlibat dalam berbagai proses politik dan penyelenggaraan pemilu.

 

*) Penulis: Humanika Dian Nusantara