Iran Klaim Hancurkan Radar dan Pangkalan AS-Israel dalam Gelombang Terbaru Operasi Militer

Puing-puing dan serpihan yang diklaim Iran sebagai bagian pesawat F-35 yang berhasil ditembak jatuh pertahanan udara Iran. (Foto: presstv)

MAKLUMAT — Angkatan bersenjata Iran mengumumkan serangkaian serangan terbaru yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Asia Barat, sebagai bagian dari kelanjutan Operasi True Promise 4. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataan resmi pada Jumat menyebut Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka melancarkan gelombang ke-92 operasi dengan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak.

“Sistem radar strategis dan peralatan angkatan laut milik Amerika berhasil dihancurkan dalam beberapa serangan gabungan,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC merinci bahwa pada tahap awal, lokasi berkumpul kapal pendarat amfibi Amerika di Pelabuhan Shuwaikh dihantam rudal balistik. Serangan lain menargetkan sistem radar peringatan dini jarak jauh AR-327 di Jabal Al Dukhan, Bahrain, yang dihancurkan melalui serangan drone.

Pada operasi lanjutan, dua rudal balistik diluncurkan ke Pangkalan Udara Ramat David di tenggara Haifa, yang disebut sebagai markas skuadron jet tempur F-16 Israel. IRGC juga menyatakan lebih dari 50 titik di Tel Aviv menjadi sasaran rudal multi-hulu ledak Khorramshahr 4.

Selain serangan ke darat, Iran mengklaim berhasil menembak jatuh dua jet tempur Amerika, termasuk satu pesawat siluman F-35 di wilayah Iran tengah. IRGC menyebut pesawat tersebut hancur total, sementara nasib pilot belum diketahui.

Baca Juga  Jumat Kelabu: Iran Tembak Dua Jet Tempur AS

Usai klaim tersebut, beredar video yang menunjukkan beberapa helikopter AS terbang rendah seolah mencari sesuatu di wilayah Iran, yang disinyalir beberapa pihak tengah berupaya mencari dan menyelamatkan pilot yang sebelumnya disebut-sebut berhasil melontarkan diri sebelum pesawatnya ditembak Iran.

Gelombang sebelumnya, yakni operasi ke-91 yang diluncurkan Kamis malam, disebut menargetkan Tel Aviv dan Haifa. IRGC menyatakan serangan tersebut memaksa jutaan warga Israel berlindung di bunker. Serangan juga dilaporkan melibatkan kelompok Ansarullah Yaman bersama Iran dan Hizbullah dalam operasi terkoordinasi ke wilayah Jaffa dan Tel Aviv.

Media Israel melaporkan satu rudal balistik Iran dengan hulu ledak besar menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi. IRGC menyebut rincian dampak serangan masih akan diumumkan.

Dalam rangkaian serangan beberapa hari terakhir, sejumlah pangkalan militer Israel seperti Tel Nof, Palmachim, dan Bandara Ben Gurion dilaporkan menjadi target. Kota-kota seperti Tel Aviv, Haifa, Eilat, Negev, dan Beersheba juga disebut mengalami serangan rudal dan drone.

Target lain mencakup pangkalan militer Amerika di kawasan, termasuk Ahmed al-Jaber dan Ali al-Salem di Kuwait serta al-Kharj di Arab Saudi. Iran juga mengklaim telah menghancurkan sistem radar di Pangkalan Udara al-Dhafra di Uni Emirat Arab.

Baca Juga  Tak Akan Ada Rambo di Iran, AS Kehilangan Muka

Sebelumnya, pada gelombang ke-90, IRGC menyatakan telah menyerang fasilitas industri yang terkait dengan Amerika di Uni Emirat Arab dan Bahrain, termasuk pabrik baja dan aluminium. Iran menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas serangan terhadap industri dalam negerinya.

IRGC menyatakan operasi akan terus berlanjut dan memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap Iran akan direspons dengan skala yang lebih besar.