Jember Job Fair 2026, 4.800 Pencari Kerja Berebut Lowongan di 59 Perusahaan

Jember job fair

MAKLUMAT – Sekitar 4.800 pencari kerja mengikuti Jember Job Fair 2026 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Kamis (27/8/2026). Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Hadi Mulyono mengatakan, Job Fair merupakan bagian dari agenda pemerintah daerah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan. Kegiatan itu juga menjadi salah satu agenda yang sebelumnya disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait melalui program Wadul Guse.

“Agenda di bulan Agustus sebagaimana yang disampaikan Gus Bupati Jember saat program Wadul Guse, salah satunya adalah event Jember Job Fair. Alhamdulillah sesuai schedule, tanggal 27 Agustus tepat dilaksanakan Jember Job Fair ini,” kata Hadi.

Sebanyak 59 perusahaan ambil bagian dalam bursa kerja yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kaliwates itu. Lima puluh perusahaan membuka layanan rekrutmen secara langsung di lokasi, sedangkan sembilan perusahaan mengikuti kegiatan secara daring.

Hadi mengatakan, peningkatan jumlah pencari kerja menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi dan penempatan kerja masih tinggi. “Jumlah peserta atau pencari kerja cukup banyak, hampir lebih dari dua kali lipat tahun kemarin. Ada sekitar 4.800 sekian pencari kerja yang ikut,” ujarnya.

Baca Juga  Program Home Care Prioritaskan Warga Rentan, Bupati Fawait Sambangi Dua Lansia

Disnaker Jember membuka pendaftaran secara daring dan langsung di lokasi. Mekanisme itu diterapkan untuk mengurangi kepadatan sekaligus memudahkan masyarakat mengakses lowongan yang tersedia.

Namun, tidak semua perusahaan menerapkan mekanisme yang sama. Matahari dan Indomaret mengharuskan pelamar hadir langsung karena wawancara dilakukan pada hari pelaksanaan Job Fair. Perusahaan lainnya melanjutkan proses seleksi sesuai tahapan rekrutmen masing-masing.

Bagi pemerintah daerah, Job Fair tidak hanya menjadi tempat bertemunya pencari kerja dan perusahaan. Kegiatan itu menjadi salah satu instrumen penempatan tenaga kerja yang berkaitan dengan agenda pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Jember tercatat 3,06 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya dan berada di bawah tingkat pengangguran terbuka nasional maupun Jawa Timur.

Meski demikian, Hadi mengatakan bahwa penurunan persentase pengangguran belum berarti persoalan ketenagakerjaan selesai. Jumlah penduduk Jember yang besar membuat kebutuhan terhadap lapangan kerja dan penempatan tenaga kerja tetap tinggi.

“Jumlahnya masih banyak karena Kabupaten Jember jumlahnya banyak. Dan itu menjadi konsen dari pimpinan kita, Gus Bupati Jember, yang selalu menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan adalah program utama atau program prioritas. Salah satunya melalui peningkatan penempatan tenaga kerja,” kata dia.

Baca Juga  Terobosan Adminduk Jember Era Gus Fawait: KTP-el Bisa Dicetak di Kecamatan hingga Layanan Jemput Bola

Melalui Job Fair, Disnaker Jember memperpendek jarak antara pencari kerja dan perusahaan. Pencari kerja dapat mengakses puluhan perusahaan dalam satu kegiatan. Di sisi lain, perusahaan memperoleh kesempatan menjaring calon pekerja sesuai kebutuhan.

Hadi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tingginya jumlah peserta, tetapi berlanjut pada penyerapan tenaga kerja.

“Harapan saya mudah-mudahan ini berjalan lancar. Yang kedua, harapan saya bisa mengurangi angka pengangguran dan pencari kerja di Kabupaten Jember bisa diterima baik oleh perusahaan yang hadir di sini,” ujarnya. (*)