Kemendes PDT Tinjau BUMDes Jenggolo Tuban, Dorong Penguatan Usaha Perikanan di Desa dan Pemanfaatan AI

Jajaran Tim SPU Program TEKAD Kemendes PDT saat mengunjungi BUMDes Jenggolo, Tuban, Kamis (6/8/2026). (Foto: Mukhlis/ IST)

MAKLUMAT — Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Prof Dr Zainudin Maliki, beserta Tim Strategic Policy Unit (SPU) Program TEKAD Kemendes PDT melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Tuban, pada Rabu-Kamis (5-6/8/2026), untuk menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan pengkajian implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain membahas implementasi regulasi tersebut, kunjungan juga diarahkan untuk mendiskusikan pengembangan BUMDes agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri, transformasi digital, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung ekonomi desa.

Salah satu agenda kunjungan berlangsung di BUMDes Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Kecamatan Jenu, Pemerintah Desa Jenggolo, jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tuban, pengurus BUMDes, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Mewakili Kepala Desa Jenggolo, Sekretaris Desa Wiwik Sri Lestari menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran jajaran Kementerian Desa menjadi dorongan bagi pemerintah desa untuk terus mengembangkan BUMDes sebagai penggerak perekonomian masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Prof Dr Zainudin Maliki beserta Tim SPU TEKAD Kementerian Desa PDT ke Desa Jenggolo. Kami berharap BUMDes Jenggolo mampu meningkatkan perekonomian desa dan berjalan selaras dengan Program Koperasi Desa Merah Putih. Besar harapan kami, kunjungan ini dapat membuka peluang dukungan program, pendampingan, maupun tambahan bantuan untuk pengembangan potensi desa,” ucapnya.

Baca Juga  Prof Zainuddin Maliki: Membangun dari Desa Ubah Pembangunan Ekstraktif ke Inklusif

Dalam kesempatan tersebut, Penasihat Mendes PDT yang juga menjabat Executive Secretary Tim SPU Program TEKAD, Zainuddin Maliki, menegaskan bahwa BUMDes perlu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman melalui pengelolaan usaha yang profesional, inovatif, serta memanfaatkan digitalisasi dan teknologi AI.

Menurutnya, pengkajian terhadap implementasi PP Nomor 11 Tahun 2021 dilakukan untuk memastikan regulasi tersebut tetap relevan dengan kebutuhan desa sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai pilar pembangunan ekonomi desa.

Ia juga memperkenalkan Program SEHATI sebagai salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa melalui penyusunan proposal yang baik guna memperoleh dukungan pengembangan usaha.

“BUMDes harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi lokal. Pemerintah desa harus mampu memanfaatkan berbagai peluang program, termasuk Program SEHATI, sehingga usaha desa dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan,” jelas Zainuddin Maliki.

Perwakilan Muspika Kecamatan Jenu turut menyampaikan harapan agar sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi desa.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga BUMDes mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, memperkuat potensi lokal, serta menciptakan kesejahteraan yang merata bagi warga desa,” ungkap perwakilan Muspika Kecamatan Jenu.

Baca Juga  Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah Tekankan Inovasi dan Transformasi PTMA

Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa salah satu unit usaha unggulan BUMDes Jenggolo adalah sektor perikanan tambak ikan bandeng yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menanggapi hal tersebut, Rural Development and Community Empowerment Advisor Program TEKAD Kementerian Desa PDT, M Arif’an, mendorong agar pengembangan BUMDes dibangun melalui sistem bisnis yang memiliki kepastian pasar.

“BUMDes Jenggolo yang fokus pada perikanan tambak ikan bandeng, kalau bisa dikolaborasikan dengan SPPG terdekat menjadi pemasok rutin untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian hasil tambak ikan bandeng sudah memiliki pembeli yang jelas. Selain itu perlu dikembangkan produk olahan seperti bandeng presto agar memiliki nilai tambah,” katanya.

“Dengan siklus panen enam bulan, perlu diupayakan pengelolaan panen secara bertahap setiap minggu dari sekitar 20.000 benih ikan bandeng yang telah ditebar sehingga pasokan tetap berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar,” imbuh Arif’an.

Menurutnya, strategi tersebut dapat membangun rantai bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi desa.

Dengan kunjungan tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi sebagai bahan penyempurnaan implementasi PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes agar pengelolaan BUMDes semakin profesional, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung penguatan ekonomi desa.

Baca Juga  Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih, Mendes Yandri Susanto Setop Izin Minimarket Baru

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Elli Oschar sebagai Analytical Data Advisor SPU Program TEKAD, serta Sulyantarudin yang menjabat Associate Village Economic Development Advisor SPU Program TEKAD.***

*) Penulis: Mukhlis