MAKLUMAT — Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka akses pengajuan dan realisasi program bagi 4.744 desa transmigrasi. Komitmen itu disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi (Wamen Transmigrasi) Viva Yoga Mauladi saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) di Gedung C, Kompleks Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
“Bila desa yang berada di kawasan transmigrasi mengajukan program, akan kita realisasikan,” ujar Viva Yoga.
Dia mengungkapkan, terdapat 1.231 desa di 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional. Selain itu, 3.513 desa berada di 109 kawasan transmigrasi prioritas kementerian. Seluruh desa tersebut dapat mengajukan program sesuai kebutuhan dan perencanaan pembangunan kawasan.
Viva menjelaskan, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Desa-desa tersebut telah berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan infrastruktur wilayah.
Kementrans juga menyatakan siap mengoordinasikan usulan program dari desa yang berada di luar kewenangannya kepada kementerian terkait. Viva mendorong AKSI untuk berkoordinasi dengan bupati dan gubernur setempat agar pengajuan program selaras dengan perencanaan pembangunan daerah.
AKSI yang berdiri pada 2022 itu telah membentuk kepengurusan di sejumlah provinsi dan kabupaten. Sekretaris Jenderal AKSI Eko Mulyadi mengatakan keinginan untuk membangun komunikasi terkait pembangunan desa di kawasan transmigrasi serta menjajaki dukungan program dari Kementrans.













