MAKLUMAT – Kebersihan toilet sekolah ternyata mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Hal itu terungkap saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi 51 satuan pendidikan di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik.
Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Lamongan, Rabu (4/3), dan ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis yang selanjutnya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program.
Khofifah menegaskan, prasasti tersebut bukan sekadar penanda pembangunan fisik, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun.
Menurutnya, revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa.
“Kenapa kita perlu melakukan peresmian seperti ini meskipun formatnya sederhana, karena kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia juga meminta para kepala sekolah untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Khofifah turut menyoroti persoalan kebersihan toilet sekolah yang sering dianggap sepele. Ia menyebutkan bahwa saat mengikuti kegiatan retret di Magelang, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kondisi toilet sekolah yang bersih dan terawat.
“Langsung saya dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim mencari role model sekolah-sekolah yang toiletnya bersih dan terpelihara dengan baik. Jadi ini perlu kebersamaan kita menjaga bagaimana kebersihan diikuti dengan pemeliharaan yang baik,” katanya.
Selain pembangunan fisik sekolah, wilayah Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Hingga saat ini, program tersebut telah diterapkan di 75 sekolah, terdiri dari 60 sekolah di Kabupaten Gresik dan 15 sekolah di Kabupaten Lamongan.
Melalui program tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga ruang pembelajaran kemandirian dan ketahanan pangan.
Berbagai kegiatan yang dikembangkan antara lain budidaya sayuran seperti cabai, tomat, terong, mentimun, dan kangkung, serta buah-buahan seperti jambu, pepaya, dan pisang. Selain itu juga terdapat budidaya jagung, ketela, serta kegiatan peternakan dan perikanan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat 51 satuan pendidikan di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik yang menerima program revitalisasi dan rehabilitasi dengan total anggaran Rp69.704.570.000.
Di Kabupaten Lamongan, program revitalisasi dilaksanakan di 32 satuan pendidikan, terdiri dari 19 SMA dengan anggaran Rp19,36 miliar, 13 SMK dengan anggaran Rp22,13 miliar, dan 1 SLB dengan anggaran Rp796 juta, dengan total anggaran Rp42,29 miliar.
Sementara di Kabupaten Gresik, program revitalisasi dilaksanakan di 19 satuan pendidikan, terdiri dari 10 SMA dengan anggaran Rp8,6 miliar dan 9 SMK dengan anggaran Rp19,33 miliar, dengan total anggaran Rp27,4 miliar.
Berbagai pekerjaan yang dilakukan dalam program revitalisasi dan rehabilitasi tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan ruang kelas, laboratorium komputer dan laboratorium IPA, ruang administrasi dan perpustakaan, toilet dan fasilitas sanitasi sekolah, serta pembangunan ruang kelas baru.
Selain itu juga dilakukan pembangunan ruang bimbingan konseling, ruang UKS, ruang OSIS, serta ruang praktik siswa di SMK, antara lain untuk kompetensi teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, desain komunikasi visual, serta bisnis digital.
Aries menyatakan peningkatan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran, khususnya di SMK yang membutuhkan sarana prasarana sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Bupati Lamongan Yuhronur Effendi menyambut baik program revitalisasi tersebut dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Ia menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan telah mencapai 76,8 atau berada di atas rata-rata provinsi Jawa Timur.
“Kami berprinsip tidak boleh ada anak Lamongan yang tidak sekolah. Salah satunya melalui program beasiswa Perintis yang membiayai pendidikan sekitar 8.000 anak mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Usai peresmian, Gubernur Khofifah bersama Bupati Lamongan dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur menyerahkan bantuan sembako kepada 15 petugas kebersihan dan keamanan sekolah serta bantuan pendidikan kepada 20 siswa prasejahtera masing-masing senilai Rp1 juta beserta sepatu sekolah.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan poster motivasi bagi siswa dan guru serta penyerahan Al-Qur’an kepada jajaran Forkopimda Lamongan.***













