Kiprah Mohammad Yuda Wahyu Saputra, Ketua Umum IPM Jatim Periode 2026–2028

IPM Jatim

MAKLUMAT — Nama Mohammad Yuda Wahyu Saputra sudah tidak asing lagi di kalangan pelajar dan aktivis muda Muhammadiyah di Jatim. Pekan lalu, ia baru saja mendapat amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jatim.

Ia terpilih sebagai Ketua Umum PW IPM Jatim Periode 2026-2028 setelah melalui mekanisme Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV IPM Jatim yang digelar di BBPPMPV BOE, Kota Malang pada Jumat–Ahad, 3–5 Juli 2026.

Perjalanan Yuda di dunia organisasi pelajar sendiri sudah dimulai jauh sebelum ia menduduki kursi kepemimpinan di tingkat provinsi. Semasa menempuh pendidikan di SMK Negeri 2 Malang jurusan Keperawatan Sosial pada 2018–2021, ia telah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.

Di sana, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) sekaligus Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Setelah lulus SMK, Yuda melanjutkan studi di Program Studi Kesejahteraan Sosial, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sejak 2023 dengan capaian IPK 3,74. Di kampus inilah ia semakin mendalami kegiatan praktik lapangan dan penelitian sosial berbasis masyarakat sesuai prodinya.

Menapaki Jenjang Kepemimpinan di IPM

Rekam jejak organisasinya di IPM berjenjang cukup panjang. Pada 2021–2023, ia dipercaya sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) IPM Kota Malang. Pada 2023, ia lalu mendapat amanah sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik PW IPM Jatim.

Baca Juga  Jejak Emas Prof Fauzan di UMM: Inisiator Professor Penggerak Pembangunan Masyarakat

Kapasitas kepemimpinan itu terus ia asah melalui jenjang pengkaderan formal IPM, mulai dari Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 (2016), Taruna Melati 2 (2021), hingga Taruna Melati 3 di Provinsi Banten pada Juli 2025.

Yuda menceritakan bahwa motivasi awalnya bergabung di IPM sebenarnya sederhana, yaitu karena ia ingin belajar dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.

“Saat itu saya melihat IPM bukan hanya sebagai organisasi pelajar, tetapi sebagai ruang untuk bertumbuh. Dari sana saya menyadari bahwa perubahan besar selalu berawal dari proses kaderisasi yang baik,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Senin (6/7/2026).

Pengalaman di Luar Organisasi Pelajar

Selain aktif di IPM, Yuda juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga PD Pemuda Muhammadiyah Kota Malang, serta Anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang.

Yuda sempat mengikuti program Political Future Leaders yang diselenggarakan DPR RI pada Februari 2025, dengan terlibat langsung dalam studi kasus yang bertujuan membentuk calon pemimpin politik yang visioner, kritis, dan solutif.

Di luar aktivitas keorganisasian, Yuda memiliki sejumlah pengalaman kerja yang berkaitan dengan pelayanan publik dan sosial. Ia pernah bertugas sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2024 di Kelurahan Gadingkasri, Kota Malang, serta menjadi bagian dari Divisi Hukum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Klojen dalam penyelenggaraan Pilkada 2024.

Baca Juga  Learning Loss sebagai Tantangan Ideologis Gerakan Pelajar Muhammadiyah

Ia juga sempat membantu proses administrasi dan dokumentasi kasus perlindungan perempuan dan anak di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse Kriminal Polresta Malang Kota, serta terlibat dalam pendampingan penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang, Dinas Sosial Provinsi Jatim.

Mengemban Amanah Baru

Sebagai Ketua Umum PW IPM Jatim yang baru, Yuda mengaku bersyukur sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang harus ia emban bersama seluruh kader.

“Tentu saya merasa bersyukur sekaligus menyadari bahwa amanah ini bukan sebuah pencapaian pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh kader IPM Jatim,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa pada kepengurusan kali ini, IPM Jatim akan berfokus untuk terus menguatkan organisasi ini sebagai gerakan pelajar yang senantiasa berdampak.

“Semoga setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat, memperkuat kaderisasi, melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, serta menjadikan IPM semakin dipercaya sebagai gerakan pelajar yang membawa perubahan positif bagi masyarakat,” harapnya.

Prioritas Yuda meliputi penguatan kaderisasi yang adaptif, peningkatan kualitas literasi dan kepemimpinan pelajar, transformasi digital organisasi, penguatan gerakan keilmuan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak agar IPM semakin dekat dengan kebutuhan pelajar hari ini.

Baca Juga  Dinilai sebagai Kampus Inovatif dan Berdampak, UMM Jadi Rujukan Bappenas

Ia lalu menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh kader. Ia berharap pada tahun kepengurusan ini, IPM Jatim dapat terus kokoh menjadi rumah bersama bagi seluruh kader.

“Mari kita jadikan IPM bukan sekadar tempat berproses, tetapi ruang untuk melahirkan pelajar yang berilmu, berakhlak, berdaya, dan mampu berdampak bagi masyarakat,” pungkas Yuda.

 

*) Penulis: Lail Zahwa Efrilia Dwi Efendi