Konflik Nuklir Memanas, Iran Menarik Diri dari NPT?

Salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran. (Foto: Tangkapan layar Tasnim)

MAKLUMAT — Pemerintah Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan akan menarik diri dari Nuclear Non-Proliferation Treaty atau Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Melansir Tasnim, kantor berita semi-pemerintah Iran yang berbasis di Teheran, sikap Iran terhadap NPT ini telah masuk dalam agenda mereka. Sebagai informasi, NPT adalah perjanjian internasional yang bertujuan mencegah penyebaran senjata nuklir.

NPT juga berfungsi untuk mendorong perlucutan senjata hingga mempromosikan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai. NPT diklaim sebagai landasan keamanan global yang mengikat hampir semua negara di dunia.

Namun kini, sejumlah badan terkait di Iran sedang meninjau secara mendesak isu penarikan diri dari NPT. Dilaporkan bahwa di Pemerintah Iran merasa semakin jelas bahwa tidak ada alasan untuk tetap berada di NPT.

Salah satu alasannya adalah berkaitan dengan International Atomic Energy Agency (IAEA), yakni badan pengawas dalam kerangka NPT, yang bertugas memastikan bahwa pemanfaatan energi nuklir oleh negara-negara anggota dilakukan untuk tujuan damai.

Dalam kerangka NPT, IAEA menjalankan sistem pengawasan (safeguards) melalui inspeksi dan verifikasi guna mencegah penyalahgunaan teknologi nuklir untuk kepentingan militer.

Kendati demikian, sejumlah pejabat di Iran menilai bahwa Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi telah secara implisit mendorong musuh untuk menggunakan senjata nuklir terhadap fasilitas Iran.

Baca Juga  Iran Tuntut 3 Syarat Ini Jika Ingin Perang Berakhir

Mereka menyebut bahwa AS-Israel telah menyerang fasilitas Iran tanpa hambatan atau kecaman dari IAEA. Hal ini kemudian menjadi alasan bagi Iran untuk menarik diri dari NPT.

Mereka juga berpendapat bahwa keluar dari NPT bukan berarti bergerak menuju senjata nuklir. Sebaliknya, ini tentang mencegah berlanjutnya kegiatan mata-mata oleh Amerika Serikat dan Israel dengan kedok inspektur IAEA.