Korban Tewas Argo Bromo Seruduk KRL Jadi 14 Orang, Basarnas: Semua Perempuan

korban tewas argo bromo

MAKLUMAT — Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam. Hingga Selasa (28/4) pukul 11.00 WIB, jumlah korban tewas KA Argo Bromo Anggrek menyeruduk KRL Commuter Line sebanyak 14 orang berjenis kelamin perempuan, sementara 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani penanganan medis intensif.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Basarnas (@sar_nasional)

Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi korban kecelakaan kereta api sejak malam hingga pagi hari. Petugas menggunakan alat ekstrikasi untuk memotong badan gerbong dan mengeluarkan korban satu per satu dari ruang sempit yang penuh puing logam. Operasi penyelamatan dipimpin langsung Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mohammad Syafii.

“Seluruh korban yang berhasil kami evakuasi langsung kami serahkan kepada tim medis untuk dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan,” ujar Syafii dikutip dari akun Instagram Basarnas.

Ia mengungkapkan, seluruh korban yang dievakuasi dalam operasi SAR merupakan perempuan. “100 persen yang kita evakuasi perempuan,” katanya. Meski demikian, identitas lengkap para korban masih menunggu proses pendataan oleh otoritas yang berwenang.

Hingga pukul 11.00 WIB, data sementara mencatat 14 orang meninggal dunia, 84 orang luka-luka dan dalam observasi medis. Seluruh korban telah dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Kota Bekasi.

Baca Juga  Mendesain Ulang Sistem Transportasi: Menempatkan Keselamatan sebagai Panglima

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan, pihak kepolisian turut mendukung mendukung proses pemulihan kejadian, mulai dari pengamanan lokasi hingga proses evakuasi korban. “Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dikutip dari TBNews, Selasa (28/4/26).

Budi menambahkan, saat ini terdapat 10 orang jenazah korban yang berada di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati dan masih dalam proses identifikasi karena belum diketahui identitasnya. Proses identifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan data korban dapat segera diketahui dan diserahkan kepada pihak keluarga.***