MAKLUMAT — Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan pesan penting untuk menguatkan peran Tim Penggerak (TP) PKK dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam rangka pengentasan angka stunting hingga peningkatan literasi digital berbasis keluarga.
Hal itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan dalam Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso yang digelar pada Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, PKK bukan sekadar organisasi pendamping pemerintah. Ia menegaskan bahwa PKK adalah motor penggerak yang langsung bersentuhan dengan kehidupan keluarga—ruang paling dasar dalam membentuk kualitas masyarakat.
“PKK ini menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat. Perannya sangat penting dan krusial,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid menyoroti sejumlah isu strategis yang sangat penting dan harus segera dijawab bersama, salah satunya percepatan penurunan stunting. Ia meminta jajaran PKK aktif mengawal Posyandu serta memperkuat edukasi gizi, khususnya bagi ibu hamil.
“Kita ingin memastikan anak-anak Bondowoso tumbuh sehat, cerdas, dan kompetitif,” tegasnya.
Tak hanya itu, isu ketahanan pangan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah, kata dia, telah mendorong gerakan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi kemandirian keluarga.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga tak luput dari sorotan. Abdul Hamid menilai, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Ia mendorong agar para orang tua terus meningkatkan literasi digitalnya, sehingga mampu membimbing putra-putrinya dalam menyikapi derasnya arus informasi.
“Jangan sampai anak-anak sudah maju, tetapi orang tuanya tertinggal,” katanya, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari dampak negatif dunia digital, termasuk hoaks.
Meski diakui masih ada keterbatasan fiskal, Abdul Hamid memastikan upaya penguatan peran PKK tetap akan didorong, termasuk melalui sinergi lintas perangkat daerah.
Ia pun meminta para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dilantik untuk tidak berlama-lama di balik meja. “Segera turun ke lapangan, petakan persoalan, dan jadilah sosok inspiratif di tengah masyarakat,” pesannya.
Abdul Hamid berharap, PKK tidak hanya hadir secara struktur, tetapi benar-benar menjadi gerakan yang hidup—menguatkan keluarga, dan pada akhirnya, membangun Bondowoso dari akar paling bawah.














