Lewat Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, Panglima Korps Marinir Salurkan 1.200 Pasang Sepatu untuk Siswa Terdampak Bencana

Bantuan 1.200 pasang sepatu sekolah untuk para siswa terdampak bencana di Aceh, disalurkan Korps Marinir TNI Angkatan Laut melalui Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh. (Foto: Dok. Dikdasmen dan PNF PWM Aceh)

MAKLUMAT — Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr Endi Supardi SE MM, menyalurkan bantuan sebanyak 1.200 pasang sepatu sekolah bagi siswa-siswi terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh. Bantuan diterima secara resmi oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, Iskandar Muda Hasibuan, pada Kamis (25/6/2026) lalu.

Endi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen Korps Marinir untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor kemanusiaan dan pendidikan.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak penyintas bencana tersebut, agar tidak menyerah oleh keadaan. Ia mendorong para generasi masa depan untuk terus belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh.

“Anak-anakku sekalian, jangan pernah menyerah pada keadaan. Bencana boleh saja merusak bangunan, tetapi jangan pernah biarkan bencana meruntuhkan harapan dan cita-cita kalian. Teruslah belajar dengan tekun, karena pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga  Tinjau Sekolah Rakyat di Kota Batu, Ini Kata Mensos Gus Ipul

“Sepatu yang kalian terima hari ini bukan sekadar perlengkapan sekolah, tetapi simbol semangat untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Kami percaya, dari Aceh akan lahir generasi yang tangguh, berkarakter, berprestasi, serta mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang. Tetaplah optimis, teruslah berjuang, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” sambung Endi.

Dalam kesempatan itu, Endi juga menegaskan komitmen Korps Marinir TNI Angkatan Laut untuk terus berupaya hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi, terutama pada sektor kemanusiaan dan pendidikan sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, Iskandar Muda Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Panglima Korps Marinir beserta jajarannya.

“Atas nama Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, kami menyampaikan rasa hormat, apresiasi, dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr Endi Supardi beserta seluruh jajaran Korps Marinir atas bantuan 1.200 pasang sepatu sekolah bagi siswa-siswi terdampak bencana di Aceh,” ucapnya.

Menurutnya, bantuan tersebut bermakna sangat besar bukan karena nilai material atau jumlahnya, tetapi sebagai wujud kepedulian, kasih sayang, dan harapan bagi para generasi masa depan bangsa.

Baca Juga  Merancang Pendidikan Masa Depan Berbasis Akhlak dan Teknologi

“Bantuan ini memiliki makna yang sangat besar, bukan hanya karena nilai materialnya, tetapi karena menghadirkan kepedulian, kasih sayang, dan harapan bagi anak-anak kami untuk kembali menatap masa depan dengan penuh optimisme,” jelasnya.

“Semoga kepedulian yang telah diberikan menjadi amal kebajikan, mendapat balasan terbaik dari Allah SWT, serta semakin mempererat sinergi antara Korps Marinir dengan Muhammadiyah dalam membangun kualitas pendidikan dan kemanusiaan di Aceh,” imbuh Iskandar.

Iskandar menambahkan, Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh berkomitmen mendistribusikan seluruh bantuan tersebut secara tepat sasaran kepada siswa-siswi yang membutuhkan agar dapat mendukung keberlangsungan proses belajar mereka.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan dukungan terhadap pemulihan pendidikan pascabencana dapat terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak. Kerja sama antara Korps Marinir dan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh juga diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kemanusiaan di Aceh.***

 

*) Penulis: Rizki Maulizar