MAKLUMAT — Kesadaran kelola sampah harus benar-benar dioptimalkan, agar lingkungan tetap bersih dan menyehatkan, di antaranya dengan menggerakkan dan menguatkan Bank Sampah.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr Fenny Apridawati saat memberikan sambutan kegiatan pemantapan Implementasi Sidoarjo ASRI Menuju Adipura 2026 yang diselenggarakan di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (2/4/2026).
Fenny menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggungjawab bersama, maka kepedulian pada lingkungan khususnya pengelolaan sampah harus ditingkatkan. Kesadaran seperti ini, kata dia, harus menjadi gerakan aksi nyata agar tidak membuang sampah sembarangan, tetapi dipilah dan mulai dari rumah tangga.
“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada elemen masyarakat yang begitu aktif mengedukasi sadar kebersihan lingkungan dan terus ditingkatkan sebagai upaya implementasi Sidoarjo ASRI menuju Adipura 2026,” ujarnya.
“Partisipasi dan sinergi untuk Sidoarjo ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) menuju Adipura 2026 akan terwujudkan,” sambung Fenny.
Dalam kesempatan itu, Fenny juga memberikan sertifikat penghargaan pada elemen masyarakat pegiat lingkungan. Di antaranya kepada Puji Rahayu yang meruapkan Direktur Bank Sampah Kampung Edukasi Sampah RT 23 RW 7 Sekardangan Sidoarjo.
Menerima penghargaan tersebut, Puji Rahayu mengaku bersyukur dan menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan upaya edukasi pemilahan sampah.
“Alhamdulilah, capaian ini merupakan hasil kebersamaan dari seluruh warga yang memilah sampah sejak dari rumah yang selanjutnya beberapa sampah dari botol plastik dan kerdus disetor ke Bank Sampah,” ucapnya.
Kader Kampung Edukasi Sampah RT 23 RW 7 Sekardangan Sidoarjo itu juga menyampaikan beberapa program Bank Sampah, di antaranya pengelolaan sampah kering berbasis masyarakat; penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle); penyetoran sampah organik secara rutin ke bank sampah; peningkatan program kebersihan lingkungan melalui partisipasi aktif warga; serta edukasi ke warga tentang cara memilah sampah kering.
Selain itu, ia juga menggalakkan sistem manajemen bank sampah (pencatatan buku tabungan, administrasi dan pelaporan yang teratur melalui aplikasi digital); penerapan sampah yang bernilai ekonomi, ditukar dengan uang; menyadarkan masyarakat untuk tetap peduli sampah; pengurangan volume sampah rumah tangga yang berakhir di tong sampah residu; hingga memanfaatkan bank sampah untuk penambahan pendapatan bagi masyarakat.
Tak cuma itu, melalui program Bank Sampah diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku dan peduli dalam memilah sampah; serta menerapkan program sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat luas, dari antar RT, RW, sampai antar desa.
Sementara itu, Edy Priyanto, salah satu penggagas dan kader lingkungan Kampung Edukasi Sampah RT 23 RW 7 Sekardangan menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi warga dalam mengelola sampah berbasis partisipasi masyarakat mulai dari pemilahan, pengolahan hingga edukasi lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Lebih dari sekedar pencapaian, ia menyebut penghargaan itu sebagai bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan terkecil dari rumah dan warga dari kebiasaan sehari hari.
Di sisi lain, Ketua RT 23 RW 7 Sekardangan Sidoarjo, Andi Hariyadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa partisipasi warga selama ini begitu berarti, khususnya dalam upaya Sidoarjo ASRI.
“Dan kami bersama warga senantiasa peduli dan perhatian pada lingkungan, khususnya tentang sampah, agar tidak menjadi masalah, tetapi membawa kebaikan. Lingkungan menjadi bersih dan menyehatkan, sehingga hunian menjadi nyaman serta menguatkan kerukunan, keguyuban untuk bergotong-royong peduli lingkungan ASRI,” tandas Andi.














