Menuju Musywil XXIV IPM Jawa Timur: Perluas Gerakan, Tingkatkan Kualitas Hadapi Tantangan Global

Audiensi PW IPM Jawa Timur bersama PWM Jawa Timur membahas persiapan Musywil XXIV IPM Jawa Timur.

MAKLUMAT — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur memantapkan persiapan menuju Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV dengan melakukan audiensi bersama jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Jumat (29/5/2026).

Tampak hadir dalam audiensi tersebut Ketua Umum PW IPM Jawa Timur M Hengki Pradana beserta jajarannya, Ketua PWM Jawa Timur Prof Dr dr Sukadiono MM beserta jajaran Wakil Ketua, di antaranya Ir Tamhid Masyhudi, Dr Hidayatulloh MSi, Hidayatur Rahman, hingga Dr M Sholihin Fanani MPSDM.

Selain mempersiapkan Musywil, audiensi tersebut juga membahas arah gerakan IPM ke depan, khususnya dalam memperluas basis gerakan pelajar dan menyiapkan kader yang mampu bersaing di tingkat global, serta menjadi momentum penting untuk menyerap masukan dan arahan dari PWM Jatim sebagai organisasi yang menaungi.

Memperluas Gerakan Pelajar Muhammadiyah

Ketua PWM Jawa Timur, Prof Dr dr Sukadiono MM, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya transformasi gerakan IPM agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan generasi muda saat ini.

IPM Jawa Timur, kata dia, harus mulai memperluas ruang gerakannya dan tidak hanya berfokus pada lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia menilai bahwa potensi dakwah dan gerakan pelajar Muhammadiyah di Jawa Timur masih sangat luas.

Ia menegaskan bahwa IPM Jawa Timur harus membangun pendekatan gerakan yang lebih terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan pelajar masa kini. Kehadiran IPM di luar lingkungan AUM diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas dakwah pelajar Muhammadiyah, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada masyarakat yang lebih luas.

“IPM harus mampu memperluas market gerakannya. Jangan hanya berkembang di sekolah Muhammadiyah saja, tetapi juga harus hadir di sekolah-sekolah umum,” tandasnya.

Baca Juga  Dari Ingin Punya Jas IPM hingga Jadi Bendahara Umum IPM Jatim, Ini Cerita Maheswari Ayu Pratiwi

Sukadiono menyoroti potensi tersebut, mengingat banyak kader Muhammadiyah yang saat ini berada di sekolah-sekolah non-Muhammadiyah. Menurutnya, hal itu merupakan peluang bagi IPM untuk menghadirkan gerakan yang mampu diterima oleh berbagai kalangan pelajar tanpa kehilangan identitas ideologisnya sebagai organisasi pelajar Muhammadiyah.

Peningkatan Kualitas: Hadapi Tantangan Global

Tak cuma itu, Sukadiono juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas kader sebagai bekal menghadapi tantangan global. Kader IPM ke depan, kata dia, tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas diri yang kuat dan kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dan sangat penting, menurutnya ialah kemampuan bahasa asing bagi kader IPM. Sukadiono mendorong agar penguasaan bahasa asing, terutam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab mulai diperkuat dalam proses kaderisasi maupun program pengembangan pelajar di lingkungan IPM Jawa Timur.

Menurutnya, kemampuan bahasa asing menjadi modal penting bagi kader untuk membuka wawasan, membangun jejaring yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing di era globalisasi saat ini.

“IPM harus mampu mencetak kader yang berdaya saing global. Kemampuan bahasa menjadi salah satu hal penting agar kader mampu berkembang dan tampil di berbagai ruang nasional maupun internasional,” tandas pria yang juga pernah menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu.

Lebih jauh, Sukadiono juga menekankan pentingnya membangun mentalitas kader yang tangguh, pantang menyerah, dan mampu menjadi negosiator yang baik.

Ia menekankan, dalam dinamika organisasi dan kehidupan sosial yang terus berkembang, maka kapasitas personal kader menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan gerakan.

Baca Juga  Haedar Nashir: Kader IPM adalah Inti Persyarikatan, Harus Punya Kualitas Lebih

Tantangan Moralitas dan Spiritualitas

Sementara itu, Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, M Hengki Pradana, menyampaikan bahwa tantangan pelajar Muhammadiyah hari ini bukan hanya soal perkembangan teknologi dan persaingan global, tetapi juga berkaitan dengan persoalan moralitas dan spiritualitas generasi muda.

Menurut dia, derasnya arus informasi dan budaya digital saat ini membuat banyak pelajar mengalami krisis keteladanan, penurunan semangat belajar, hingga melemahnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Sebab itu, kata dia, IPM Jawa Timur ingin menghadirkan gerakan pelajar yang tidak hanya aktif secara intelektual dan organisatoris, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Hengki juga menyambut positif masukan dan arahan PWM Jawa Timur. Menurutnya, untuk memperluas gerakan di luar AUM serta mencetak kader berdaya saing global memang sejalan dengan kebutuhan IPM hari ini dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Hari ini pelajar Muhammadiyah menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus digitalisasi, moralitas dan spiritualitas pelajar harus tetap menjadi pondasi utama,” sorotnya.

“IPM hadir bukan hanya untuk mencetak kader yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan nilai keislaman yang kuat,” sambung Hengki.

Musywil: Lahirkan Gagasan Besar

Lebih lanjut, Hengki berharap agar forum Musywil XXIV IPM Jawa Timur nantinya akan mampu melahirkan gagasan besar yang relevan dengan kebutuhan pelajar hari ini, terutama dalam membangun gerakan yang mampu merangkul pelajar lintas sekolah serta menyiapkan kader yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan kemuhammadiyahannya.

Baca Juga  Peremajaan Usia IPM Boleh Saja, Asalkan Ada Jaminan!

Karena itu, ia menekankan supaya Musywil XXIV IPM Jawa Timur tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk merumuskan arah gerak organisasi yang lebih progresif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Musywil sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi bagi IPM di tingkat provinsi atau wilayah. Forum tersebut akan mempertemukan kader IPM dari seluruh daerah se-Jawa Timur. Agenda utama dalam forum tersebut antara lain laporan pertanggungjawaban dan evaluasi kepengurusan, perumusan arah gerak dan strategi organisasi ke depan, serta regenerasi kepemimpinan.

Menurut rencana yang diterima Maklumat.id, forum Musywil XXIV IPM Jawa Timur akan dihelat di Kota Malang pada tanggal 3-5 Juli 2026 mendatang. Sebanyak 36 Pimpinan Daerah (PD) IPM dan 236 Pimpinan Cabang (PC) IPM se-Jawa Timur bakal mengirimkan perwakilannya untuk menyukseskan hajat akbar tersebut. Diperkirakan total peserta mencapai 960 orang.

Hengki menilai, audiensi bersama jajaran PWM Jawa Timur tersebut menjadi kunci yang sangat penting, sekaligus menandaskan semakin matangnya persiapan untuk menggelar Musywil.

“Dukungan dan arahan dari PWM Jawa Timur menjadi motivasi besar bagi kader-kader IPM untuk menghadirkan Musywil yang tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan arah gerak baru bagi kemajuan organisasi,” tegasnya.

Ia mengaku optimistis bahwa melalui semangat perluasan gerakan dan penguatan kapasitas kader tersebut, IPM Jawa Timur akan mampu menghadirkan generasi pelajar Muhammadiyah yang adaptif, progresif, dan siap bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan sebagai fondasi utama perjuangan.