Emil Dardak Nilai Aktivis IPM sebagai Aset Penting Bangsa

ipm

MAKLUMAT — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai pelajar yang aktif dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) merupakan aset penting bagi bangsa. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam organisasi memberi mereka pengalaman yang tidak cukup diperoleh melalui kegiatan belajar di dalam kelas.

Penilaian itu disampaikan Emil saat menghadiri pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Timur periode 2026–2028. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula KH Mas Mansyur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).

Pada momen ini, Mohammad Yuda Wahyu Saputra dilantik sebagai Ketua Umum PW IPM Jatim menggantikan Hengki Pradana yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya.

Emil melihat kesediaan pelajar untuk berorganisasi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sosial. Mereka tetap menjalankan aktivitas sekolah, tetapi memilih menggunakan sebagian waktunya untuk berkhidmat di IPM.

“Kita bersyukur anak-anak kita itu rajin sekolah. Tapi lebih dari itu, ternyata adik-adik kita itu mau meluangkan waktunya di luar jam pelajaran untuk kemudian ikut berkhidmat kepada IPM. Ini tentu adalah sebuah aset penting bagi bangsa,” ujar Emil.

Menurut Emil, pengalaman berorganisasi membantu pelajar memahami cara berinteraksi dengan orang lain. Mereka perlu belajar memiliki tenggang rasa karena organisasi tidak dapat dijalankan dengan keinginan pribadi.

Baca Juga  Prof. Haedar Nashir: Islam Tidak Cukup dengan Pidato Retorika Semata

Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter. Emil menilai kemampuan semacam itu tidak cukup diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas karena pelajar perlu mengalaminya secara langsung ketika berorganisasi dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Tidak bisa semaunya sendiri. Ini penting untuk melatih otot-otot karakter. Tidak bisa dilatih di dalam hanya pelajaran di kelas, harus dijalani,” jelas Emil di hadapan ratusan peserta.

Emil juga menyinggung perubahan kebiasaan anak muda yang semakin dekat dengan media sosial. Menurutnya, waktu yang banyak digunakan untuk menggulir media sosial berpotensi mengurangi keinginan untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Namun, ia melihat kondisi tersebut tidak tercermin pada kader IPM yang hadir dalam pelantikan.

“Padahal di zaman ini, anak-anak muda identik dengan kalau sudah di rumah, maunya scroll saja. Sambil makan, scroll gitu kan. Keinginan bersosialisasi dengan masyarakat berpotensi terkurangi. Tapi saya yakin itu tidak berlaku kepada IPM,” katanya.

Pada momen ini, ia juga mengapresiasi pembinaan karakter yang dilakukan oleh PWM Jatim. “Adik-adik semua di sini, itu punya kepedulian sosial yang tinggi. Dan tentunya ini organisasi yang terbina dengan baik oleh pengurus PWM Jatim,” jelasnya.

Baca Juga  Sandal Jepit Pak Haedar: Filosofi Kesederhanaan di Tengah Aset Rp 13 Triliun

Ia menambahkan, Muhammadiyah telah memberikan sumbangsih dalam berbagai bidang melalui amal usahanya. Karena itu, Emil berharap kader IPM dapat menjalankan amanah organisasi dengan semangat dan membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Muhammadiyah adalah gerakan yang tidak diragukan lagi sumbangsihnya. Bukan saja di dunia pendidikan dan kesehatan, tapi juga di setiap lini. Terlebih organisasi ini punya berbagai bidang amal usaha,” katanya.

Emil kemudian menyampaikan selamat kepada Hengki Pradana yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya dan kepada Mohammad Yuda Wahyu Saputra yang melanjutkan kepemimpinan PW IPM Jatim periode 2026–2028.

“Jalanilah amanah ini dengan penuh semangat. Kita ke depan akan banyak berkolaborasi,” ujar Emil.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki