MAKLUMAT – Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Peringatan tersebut disampaikan Puguh setelah mengikuti rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk jajaran kepolisian dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kesiapan pengamanan mudik sudah mulai dimatangkan sejak beberapa hari terakhir melalui apel kesiapsiagaan yang digelar di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Timur.
“Dalam rapat koordinasi itu disampaikan bahwa kita harus mengantisipasi kemungkinan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem di sisa musim hujan ini,” kata Puguh, Selasa (17/3/2026).
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah program modifikasi cuaca yang direncanakan berlangsung selama masa angkutan mudik dan balik Lebaran.
“Rencananya modifikasi cuaca dilakukan mulai 16 Maret hingga 26 Maret. Tujuannya untuk mengurangi risiko hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.
Anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Malang Raya itu menilai langkah tersebut penting karena sejumlah wilayah di Jawa Timur memiliki kondisi tanah yang sudah jenuh akibat hujan dalam beberapa bulan terakhir.
Jika curah hujan kembali meningkat, potensi bencana seperti longsor dan banjir dikhawatirkan terjadi. Apalagi saat banyak rumah ditinggalkan pemiliknya yang sedang mudik.
“Jangan sampai saat rumah ditinggalkan, justru terjadi bencana seperti longsor atau banjir yang menimbulkan kerugian,” tegasnya.
Puguh juga menyoroti sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus selama musim mudik, terutama jalur selatan Jawa Timur yang dikenal rawan longsor.
Selain itu, beberapa daerah yang kerap mengalami banjir juga perlu dipantau secara intensif, seperti di wilayah Lamongan, Pasuruan, dan Probolinggo.
“Beberapa daerah yang sering banjir seperti Lamongan, Pasuruan, dan Probolinggo harus diantisipasi. Jangan sampai hujan dengan durasi lama memicu banjir saat arus mudik berlangsung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kawasan wisata yang diprediksi ramai pengunjung saat libur Lebaran turut mendapat perhatian, mengingat potensi bencana bisa saja terjadi di lokasi-lokasi tersebut.
Puguh memastikan pemerintah provinsi bersama organisasi perangkat daerah telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan darurat.
Koordinasi, kata dia, telah dilakukan dengan instansi teknis seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta Dinas PU Bina Marga untuk mempercepat penanganan jika terjadi longsor di jalur mudik.
“Kalau terjadi longsor, kami sudah berkoordinasi dengan BPJN dan Dinas PU Bina Marga, baik pusat maupun daerah, agar penanganan bisa segera dilakukan,” paparnya.
Selain itu, antisipasi juga dilakukan untuk menghadapi kemungkinan tanggul jebol yang dapat memicu banjir di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan dukungan logistik jika terjadi bencana yang menyebabkan warga harus mengungsi.
“Kami sudah melakukan dropping logistik ke seluruh kabupaten dan kota. Jika terjadi pengungsian, logistik tersebut bisa langsung digunakan untuk membuka dapur umum,” terang Puguh.
Ia menambahkan, relawan dari berbagai organisasi juga disiagakan untuk membantu operasional posko terpadu selama masa mudik Lebaran.
“Relawan juga bergerak membantu posko-posko terpadu bersama pemerintah dan instansi terkait,” pungkasnya.













