Puji GreenMu Banyumas, Muhadjir Effendy: Semakin Beradab, Semakin Baik Lingkungannya

Muhadjir Effendy

MAKLUMATKetua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhadjir Effendy menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu indikator kemajuan peradaban. Karena itu, Muhadjir memuji gerakan Green Movement Muhammadiyah (GreenMu) yang dikembangkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas.

“Semakin beradab, semakin baik lingkungannya,” kata Muhadjir saat menghadiri pengukuhan 1.014 kader penggerak lingkungan GreenMu PDM Banyumas, Selasa (22/9/2026).

Menurut Muhadjir, gerakan lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah di Banyumas dapat menjadi bagian dari upaya membangun peradaban maju di tingkat daerah. Sebagai organisasi masyarakat yang besar, Muhammadiyah, kata dia, tidak perlu hanya menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi harus menghadirkannya melalui gerakan nyata di tengah masyarakat.

Muhadjir juga menilai gerakan GreenMu sejalan dengan salah satu kepribadian Muhammadiyah, yakni membantu pemerintah dan bekerja sama dengan berbagai kelompok dalam membangun kehidupan masyarakat dan negara.

Ia merujuk butir kesembilan dari 10 Kepribadian Muhammadiyah yang diputuskan dalam Muktamar Jakarta 1962. Butir tersebut menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara menuju masyarakat yang adil dan makmur yang diridai Allah SWT.

“Sebagai gerakan dakwah berkemajuan, maka jika ada kader Muhammadiyah tidak memiliki panggilan hati untuk membantu pemerintah dan bekerja sama dengan golongan lain, berarti diragukan kemuhammadiyaannya,” ujar Muhadjir.

Baca Juga  Muhadjir Effendy Ungkap Langkah Tekan Biaya Haji Tanpa Menurunkan Kualitas Pelayanan

Gerakan lingkungan harus dimulai dari internal Muhammadiyah

Muhadjir juga mengingatkan Muhammadiyah agar menjalankan sikap kritis secara adil dan bijaksana, termasuk dalam menyikapi kebijakan pemerintah maupun persoalan lingkungan.

Ia mengacu pada butir ke-10 Kepribadian Muhammadiyah yang menekankan sikap adil serta korektif ke dalam dan ke luar dengan bijaksana.

Karena itu, menurut Muhadjir, kepedulian terhadap lingkungan harus terlebih dahulu dibangun dari internal Muhammadiyah, termasuk di lingkungan amal usaha Muhammadiyah.

“Termasuk dalam gerakan peduli lingkungan juga harus dimulai dari dalam amal usaha dulu,” katanya.

Muhadjir menyebut gerakan lingkungan GreenMu sebagai investasi sosial yang dapat menjadi legacy bagi generasi mendatang. Ia mengaitkan gerakan tersebut dengan pesan Surah Yasin ayat 12 tentang pencatatan amal manusia sekaligus jejak yang ditinggalkan selama hidup.

Menurut dia, setiap kebaikan yang dilakukan dan dampak yang ditinggalkan akan menjadi bagian dari catatan amal manusia.

1.014 kader dinilai belum cukup

Meski mengapresiasi pengukuhan 1.014 kader, Muhadjir menilai jumlah tersebut masih perlu diperbesar agar jangkauan gerakan lingkungan di Banyumas semakin luas.

Dengan asumsi jumlah penduduk Banyumas sekitar 1,75 juta jiwa, satu kader rata-rata harus menjangkau sekitar 1.725 warga. Sementara dengan luas wilayah Banyumas sekitar 1.400 km², satu kader secara rata-rata memiliki cakupan sekitar 1,4 km².

Baca Juga  Idul Adha Beda Hari, Muhadjir Effendy: Masing-masing Punya Argumentasi Syariah dan Ilmiah

“Jadi ini masih menjadi tantangan besar. Muhammadiyah sudah memulainya dengan jumlah lebih dari seribu kader. Ke depan harus lebih dilipatgandakan lagi agar cakupannya lebih maksimal,” kata mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut.

Ia juga mendorong setiap kader GreenMu untuk merekrut dan mengembangkan kader baru di lingkungan masing-masing.

GreenMu bergerak dari sekolah hingga amal usaha

Ketua PDM Banyumas M Djohar mengatakan para kader GreenMu akan bergerak di berbagai elemen masyarakat. Mereka berperan sebagai edukator lingkungan sekaligus terlibat dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah.

Gerakan tersebut akan dikembangkan melalui jaringan Muhammadiyah, mulai dari cabang, ranting, sekolah, masjid, kampus, hingga Amal Usaha Muhammadiyah.

“Selain itu, kami juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis digital melalui aplikasi GreenMu yang dilengkapi fitur edukasi, game pilah sampah, kuis, hingga kompetisi pengumpulan sampah,” ujar Djohar.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan MoU wakaf lahan seluas 10 hektare yang akan dikembangkan untuk mendukung gerakan penghijauan.

Banyumas dorong pengelolaan sampah

Gerakan GreenMu juga mendapat apresiasi dari Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Ia mengatakan PDM Banyumas telah menunjukkan komitmen terhadap persoalan lingkungan, termasuk sampah, pencemaran, dan berkurangnya ruang hijau.

Baca Juga  Muhadjir Effendy: Muhammadiyah Harus Semakin Eksis dan Menguasai Ruang Strategis Kota

“Menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari amanah kepemimpinan manusia di bumi sekaligus bentuk tanggung jawab moral kepada Allah SWT serta generasi masa depan,” kata Sadewo.

Sadewo menyebut sekitar 77 persen sampah di Banyumas telah berhasil dikelola. Pemerintah daerah, lanjut dia, terus mendorong penguatan sistem agar pengelolaan sampah dapat semakin optimal.

Kemenko Pangan dorong kolaborasi multisektor

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya kolaborasi multisektor dalam menangani persoalan sampah dan lingkungan.

Menurut Hanif, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun sistem pengelolaan lingkungan yang inklusif sekaligus mampu menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Hanif mengatakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendukung konsep pengelolaan sampah yang terintegrasi, termasuk melalui gerakan Zero Waste to Money.

Ia juga menilai penandatanganan MoU wakaf lahan seluas 10 hektare memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi hijau yang produktif.

Kawasan tersebut, menurut Hanif, juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara sektor lingkungan dengan pertanian atau peternakan di tingkat lokal.***