Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Tanggal 18 Februari, Empat Hal ini Perlu Disiapkan

MAKLUMAT — PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026). Penetapan awal bulan puasa ini sesuai dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Wakil Ketua PWM Jatim Muhammad Sholihin Fanani mengajak seluruh pihak untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dalam menyambut bulan suci Ramadan. Persiapan tersebut dinilai penting agar ibadah Ramadan dapat dijalani dengan optimal dan mencapai tujuan utama puasa, yakni peningkatan ketakwaan.

Mubalig asal Lamongan itu menegaskan, Ramadan merupakan momentum pembinaan diri yang membutuhkan kesiapan spiritual, mental, dan amal ibadah sejak jauh hari sebelum bulan suci tiba.

“Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi bulan tarbiyah yang harus disambut dengan kesiapan jiwa dan hati,” ujar Abah Shol, pangglan karibnya, saat diwawancarai wartawan Maklumat.id di Kantor PWM Jatim, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, Rasulullah saw. telah memberikan teladan agar umat Islam melakukan persiapan sebelum memasuki Ramadan. Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan memperbanyak amalan sunah, seperti puasa sunah, salat sunah, infak, sedekah, zikir, serta memperdalam pemahaman mengenai tata cara dan hikmah puasa.

Menurut Abah Shol, persiapan tersebut akan membantu umat Islam menjalani ibadah Ramadan dengan lebih terarah dan berkualitas, tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan akhlak dan spiritualitas.

Baca Juga  Ini Dia, Tips dari Wakil Ketua PWM Jatim Agar Mudik Aman dan Nyaman

Ia juga mengutip pandangan Imam Al-Ghazali mengenai empat hal utama yang perlu dipersiapkan dalam menyambut Ramadan. Empat hal tersebut meliputi menata niat (tazkiyatun niat), membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs), membersihkan hati (tazkiyatul qalb), dan menyiapkan amal (tazkiyatul amal).

“Puasa harus diniatkan secara ikhlas untuk mencari rida Allah. Jiwa dan hati ditata agar siap dan senang menyambut Ramadan, kemudian amalan-amalan dipersiapkan agar ibadah selama Ramadan dapat dijalani secara maksimal,” jelasnya.

Abah Shol berharap semua individu dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri secara menyeluruh, baik dalam aspek ibadah individual maupun kepedulian sosial.

“Puasa yang dijalani dengan iman dan persiapan yang matang akan mengantarkan seseorang pada pengampunan dosa dan peningkatan ketakwaan,” katanya.