MUI Hadiri Forum GCQP di Istanbul, Tegaskan Konsistensi Dukungan Indonesia untuk Palestina

Ketua Komisi HLNKI MUI Dbs Drs Bunyan Saptomo MA bersama para delegasi berfoto di sela Konferensi Koalisi Global untuk Al-Quds & Palestina (GCQP) di Istanbul, Turki, pada Jumat (17/7/2026). (Foto: Dok. Pribadi)

MAKLUMAT — Delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menghadiri dan menyampaikan pidato dalam konferensi koalisi global untuk Al-Quds dan Palestina alias Global Coalition for AlQuds & Palestine (GCQP) di Istanbul, Jumat (17/7/2026).

Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI, Dbs Drs Bunyan Saptomo MA, hadir mewakili yang hadir mewakili Ketua MUI Bidang HLNKI, Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA yang tengah berada di tanah suci menghadiri undangan Raja Arab Saudi.

Selain Bunyan, beberapa delegasi MUI yang mewakili Indonesia antara lain Oke Setiadi dan Kurniasih Zulhadji, serta sejumlah lembaga Filantrofi yang mendukung Palestina seperti Rumah Zakat, Qudwah, Adara, dan Smart 171. Hadir juga pengurus eksekutif Koalisi Asia Pasifik untuk al Quds dan Pelastina, Irvan Nugraha dan Lukman.

Dalam forum yang diikuti sekitar 300 peserta dari 30 negara tersebut, Bunyan menegaskan konsistensi Indonesia mendukung perjuangan Bangsa Palestina selama satu abad terakhir.

“Dukungan Bangsa Indonesia pada perjuangan bangsa Palestina telah berlangsung sejak 100 tahun yang lalu,” tandasnya, saat pada pembukaan GCQP, melalui keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id pada Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga  Serangan Terbaru Israel di Gaza, Kemenlu RI Serukan Penghormatan Gencatan Senjata

Ia menjelaskan, sejarah dukungan Bangsa Indonesia terhadap perjuangan Bangsa Palestina dapat ditelusuri ke belakang secara detail hingga sekitar tahun 1920-an.

“Saat itu sejumlah pelajar Indonesia di Mesir telah aktif pada gerakan kemerdekaan dunia Islam, termasuk Indonesia dan Palestina. Di antara yang menonjol adalah Prof Dr Abdul Kahar Muzakir yang saat itu belajar di Mesir,” kisahnya.

“Keaktifannya pada gerakan kemerdekaan membawanya hadir pada Konferensi Dunia Islam di Yerusalem tahun 1930. Selain itu juga tercatat sejumlah pemuda Indonesia yang Syahid pada perlawanan Palestina kepada penjajah Inggris tahun 1930-an,” imbuh Bunyan.

Menurut Bunyan, tidak mengherankan jika di kemudian hari Mufti Besar Palestina dan para pemimpin Arab kala it mendukung dan segera mengakui kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Dengan adanya kerjasama yang telah berlangsung lama tersebut, tidak mengherankan bila Mufti Besar Palestina dan para pemimpin dunia Arab mendukung dan mengakui kemerdekaan RI yang diproklamasikan tahun 1945,” tandasnya.

Dalam forum tersebut, Bunyan juga mengungkapkan sejumlah program, langkah, dan agenda penting yang telah dilakukan Indonesia dalam mendukung perjuangan dan kemerdekaan Palestina.

“Akhir tahun 2025 MUI bersama sejumlah lembaga filatrofi dengan dukungan BKSAP DPR-RI telah mengadakan Asia Pacific Confrence for Al-Quds & Palestine di DPR-RI. Konferensi tersebut telah menyepakati sejumlah rekomendasi, antara lain pembentukan APCQP HQ di Jakarta,” ungkapnya.

Baca Juga  Pengamat Politik Adi Prayitno: Dialog Prabowo-Ormas Islam soal Board of Peace Langkah Positif

Selain itu, pada April 2026 lalu delegasi MUI bersama pengurus eksekutif APCQP juga telah menghadiri Konferensi Solidaritas Palestina yang diselenggarakan di Davao, Filipina.

Ia juga menjelaskan bahwa tim APCQP HQ saat ini tengah melakukan legal process sebagai perkumpulan resmi, yang diharapkan dapat berjalan lancar dan ditargetkan untuk segera diresmikan pada tangal 19 Agustus 2026 mendatang.

“Tim APCQP HQ juga sedang mempersiapkan Konferensi Asia Pasifik yang kedua di Malaysia, Oktober tahun ini,” terang Bunyan.